Kamis, 28 November 2013

Press Release Kegiatan The 2nd SEE (Sharia Economics Excursion) 2013

        Dalam rangka mengadakan studi banding mengenai perbankan syariah dan tabungan haji, kami pengurus SES-C (Sharia Economics Student Club) periode kepengurusan 2013 sejumlah 40 orang berkunjung ke Malaysia pada tanggal 20-25 November 2013. Berkenaan dengan tema The 2nd SEE 2013, tabungan haji dan perbankan syariah, kami mengadakan kunjungan ke Bank Muamalat Malaysia Berhad (BMMB), Bank Negara Malaysia (BNM), serta IIUM (International Islamic University Malaysia). Sedangkan kunjungan ke Tabung Haji Malaysia yang semula direncanakan gagal karena kesibukan pihak Tabung Haji, tetapi hal ini tidak mengurangi esensi dari pelaksanaan The 2nd SEE 2013.
              Sebelum kegiatan SEE ini, kami telah mengadakan pembekalan kajian mengenai Tabung Haji serta pembekalan di Bank Indonesia (BI). Kajian mengenai tabung haji telah dilaksanakan pada tanggal 14 Mei 2013 di RK AGB 2.01 diisi oleh Bapak Hendri Tanjung, yang telah berpengalaman mengenai urusan haji yang dilaksanakan di Indonesia. Sedangkan kunjungan ke Bank Indonesia dilaksanakan pada Hari Selasa, 10 September 2013 dengan tema mengenai perbankan syariah di Indonesia.
          Keberangkatan ke Malaysia dibagi dengan 3 kloter, kloter pertama berangkat pada hari Rabu, 20 November 2013 dengan penerbangan pukul 06.30 WIB dilanjutkan dengan kloter kedua pada pukul 07.30 WIB, dan kloter ketiga melakukan penerbangan pada pukul 13.00 WIB dari Bandara Soekarno Hatta ke Kuala Lumpur International Airport. Kloter pertama menunggu kloter kedua di bandara, berangkat bersama-sama menuju ke beberapa tempat di Malaysia.
              Pada malam harinya, kami mengunjungi Suria KLCC Malaysia, dan kloter ketiga pun menyusul dan bertemu di KLCC pada sore harinya.Setelah puas berfoto dan berjalan-jalan, kami pun akhirnya menuju homestay untuk beristirahat dan bersiap untuk melaksanakan kunjungan kembali pada keesokan harinya ke beberapa tempat.

               Pada hari kedua, kami mengunjungi Bank Negara Malaysia dan mendapatkan materi tentang peran bank sentral terhadap stabilitas moneter di Malaysia. Selain mendapatkan beberapa materi, kami pun berkeliling ke Muzium Galeri dan Seni yang banyak berisi mengenai sejarah BNM tentang bank islam serta kemajuannya. Setelah puas berkeliling dan berfoto, kami pun mengunjungi Bank Muamalat Malaysia Berhad (BMMB).



Pada kunjungan yang dilaksanakan di BMMB, kami diberi penjelasan mengenai produk dan isu Syariah dalam perbankan Islam, yang disampaikan oleh Bapak Fadli dan Ibu Nurul Ashiqi sebagai staf dari BMMB. Bank Muamalat Malaysia Berhad berdiri pada tanggal 1 Oktober 1999.  BMMB yang kami kunjungi ini berbeda dengan Bank Muamalat Indonesia, yang juga memiliki cabang di Malaysia.Materi yang ada pada kunjungan kali ini mencakup perkembangan system perbankan dan keuangan Islam di Malaysia, pengawasan syariah di BMMB, produk-produk perbankan Islam, serta isu-isu syariah dalam perbankan Islam. Pada isu-isu syariah yang berkembang terkait dengan perbankan Islam, salah satunya isu dalam Akad Bai Al Inah, akad ini boleh digunakan asalkan dua akad yang terjadi dalam transaksinya jelas dan berbeda. Namun dalam perkembangannya Baial-Inah sudah mulai ditinggalkan, dan proporsi akad ini hanya sekitar 2%, dan lebih menganjurkan untuk menggunakan akad Tawaruq yang melibatkan tiga pihak. Sedangkan di Indonesia, akad Bai al-Inah dan Tawaruq tidak boleh digunakan menurut DSN MUI (Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia).Pada hari ketiga, kami melakukan beberapa kunjungan wisata menarik di Malaysia.

Pada hari keempat, kami mengadakan One Day Seminar ke International Islamic University Malaysia (IIUM) dan disambut oleh ISEFID (Islamic Economic Forum For Indonesian Development). Sesi pertama diawali dengan seminar yang berjudul Tabung Haji Experience: A Reflection For Hajj Management in Indonesia yang disampaikan oleh Bapak Nurizal Ismail. Di Malaysia, Tabung Haji didirikan karena makin banyak yang membutuhkan sebuah lembaga yang dapat mengelola dana haji, karena sebelumnya banyak yang masih menyimpan dana hajinya secara tradisional. Tabung Haji Malaysia telah berkembang sangat besar dan profitnya mencapai 38juta RM (sekitar 138,7 milyar rupiah). Sesi kedua diisi oleh Shofiatu Rahmah Sugisperwakilan dari SES-C IPB, dalam sesi ini tema yang diangkat adalah Perkembangan Perbankan Syariah di Indonesia. Selesai dari sesi kedua, kami mengelilingi kampus IIUM yang ditemanioleh Dahlan sebagai ketua pelaksana dan Marhamah (ISEFID Malaysia).Setelahkelilingkampus, acara pun dilanjutkan dengan sesi ketiga. Sesi ketiga mengangkat tema profil IIUM, setelah itu dilanjutkan diskusi roundtable mengenai perkembangan tiap-tiap divisi pada ISEFID dan SES-C.


            Pada hari kelima rombongan The 2nd SEE 2013 melakukan wisata ke negara Singapura. Setelah perjalanan ke beberapa tempat di Singapura selesai, kami pun kembali melakukan perjalanan menuju homestay di Malaysia untuk bersiap-siap melakukan perjalanan pulang ke Indonesia.

            Pada hari keenam rombongan bersiap untuk kembali ke tanah air. Rombongan SEE kembalterbagi ke dalam tiga kloter, kloter 1 menggunakan penerbangan pukul 10.30 waktu Malaysia, sedangkan kloter 2 menggunakan penerbangan pukul 11.40 waktu Malaysia, dan kloter 3 menggunakan penerbangan pukul 12.30 waktu Malaysia.

Rabu, 27 November 2013

Pengalaman Berdagang

Setelah beberapa kali sok-sokan berbisnis, sok berani buat nyoba, gw dapet pengalaman dan pelajaran. Sebenernya, pas masih kecil lagi jaman SD, gw sering jualan haha tapi kalo pas remaja gini paling pas kuliah sekarang aja. Ya paling sekarang bisnis rok, karena awalnya seneng aja buat belajar jahit, gak diniatkan untuk orientasi profit awalnya. Beberapa pelajaran yang bisa gw ambil dari pengalaman bisnis gw yaitu:
-Bisnis harus berani ngeluarin modal, dan berisiko modal itu gak balik lagi kalo rugi atau gak laku. Apalagi, biasanya bisnis itu high risk high profit, low risk low profit. Jadi kalo mau untung besar, ya harus mau menghadapi risiko yanh besar juga.
-Catat pengeluaran dan pemasukan dengan teliti. Jadi, arus kas pun jelas. Keuntungan akhir  pun dapat terlihat, tidak sekadar ekspektasi ataupun meraba-raba.
-Kalau siap iklan, siap juga dengan stok barang yang memadai. Apalagi, kalau mau memasarkan secara massal, harus siap juga agar tidak kekurangan barang dan dampak kenaikan penjualan karena iklan pun bisa lebih efektif.
-Patok harga yang wajar. Jika harga terlalu mahal atau dirasa mahal dibandingkan para pesaing, akan ada konsumen yang merasa dirugikan atau kapok untuk membeli produk dari kita lagi, karena merasa kurang terpercaya dan dibohongi. Kalo dalam eksyar, harga jual yang terlalu tinggi dan memanfaatkan ketidaktahuan konsumen akan harga wajar itu jelas dilarang dan hukumnya haram, karena mengambil harta orang lain secara bathil. Selain itu, harga jual yang terlalu tinggi akan mempengaruhi margin permintaan pasar.
-Beritahu cacat jika ada. Tentu agar konsumen tidak merasa dibohongi.
-Harus terus berinovasi agar tidak kalah dengan pesaing apalagi peniru.

Sekian sharing sotoy berdasarkan pengalaman gw. Haha :D

Selasa, 19 November 2013

Kehilangan

Aku kehilangan...
seperti kehilangan listrik saat mati lampu
seperti kehilangan handphone saat tertinggal di rumah
seperti kehilangan nikmat makanan saat sariawan
seperti kehilangan rambut panjang saat menyisir
seperti kehilangan kendali saat kebiasaan mengambil jalan berkendara
seperti kehilangan dan merasa aneh saat tidak pakai rok (baju kebiasaan)
seperti kehilangan kantong jeans saat pakai rok
seperti kehilangan salah satu penghuni rumah saat ia pergi beberapa hari
seperti kehilangan saat lupa bawa banyak uang saat ke pusat perbelanjaan
seperti kehilangan sambal saat makan nasi
seperti kehilangan keju pada roti bakar coklat
seperti kehilangan jam tangan pada saat lupa memakai
seperti kehilangan pena saat butuh menulis
seperti kehilangan internet saat ingin memuka media sosial

...ya, terkadang kita sering untuk meremehkan sesuatu hal kecil karena menganggapnya "biasa". Sesuatu hal memang baru terasa betapa berartinya saat kita kehilangan hal tersebut.

Senin, 18 November 2013

slight thinking

kalo orang care, pasti bukan banyak tanya kenapa dan bagaimana... tapi ya cukup menemani, percaya, menenangkan, "menopang" hingga tidak ambruk. iya kan?

Musibah

Jadi ceritanya, gw sok2an ke tanah abang sendirian buat bisnis ceritanya sih. Terus pas pulang hp gw dicuri orang pas mau masuk ke pintu kereta lagi sedek2an kayaknya. pantesan gw didorong-dorong gitu sama orang. Yaudahlah gak terlalu penting untuk bahas gimana ilangnya. Yang paling penting, gw harus ikhlas.
Padahal hp itu baru, sebagian uang belinya dari ayah. Baru 3 bulan kali ya, yasudahlah.
Padahal di hp itu banyak data-data penting, yasudahlah.
Padahal di hp itu banyak contact yang belum gw save buat bagiin uang bjb, buat urusan gw, yasudahlah.
Padahal di hp itu ada beberapa foto gw yang gak berhijab, yasudahlah untung dikasih pattern lock.
Padahal bentar lagi mau ke Malaysia-Singapura acara kampus, yasudahlah.
Dan gw telat buka android lost yang udah gw install kayaknya hp itu udah lowbat. yaaa ikhlaskan saja.

Memang benar kata pepatah motivasi islami, "jangan terlalu mencintai harta, karena sejatinya semua yang kita miliki, bahkan diri kita sendiri, hakikatnya adalah milik Allah SWT".
Dan yang bikin gw makin tenang, ayah gak marah :"") ayah bilang, "Jangan dijadiinn pikiran, Dian. Makanya sebelum pergi pamit dulu sama orang tua, dijadiin pelajaran aja.."
Memang belum rezeki dan bukan milik gw, gw hanya pake buat sementara aja :''

Mungkin Allah marah, gw mulai jarang shodaqoh.
Mungkin Allah marah karena gw sering nunda waktu untuk solat dan main game di hp.
Mungkin Allah sedang menguji gw untuk ikhlas.
Mungkin mungkin mungkin banyak alasan lain..

Minggu, 17 November 2013

Menjadi Orang Paling Bahagia (from la tahzan book)

Sebenenrnya udah dari beberapa hari lalu pengen nulis ini di blog. Disalin dari buku La Tahzan karangan Aidh Al Qarni yang bagian "Tips Menjadi Orang yang Paling Bahagia" dan gw pilih beberapa bagian yang paling gw suka dan menurut gw paling bagus juga 'ngena'.

-Yang lalu telah berlalu, dan yang telah pergi telah mati. Jangan dipikirkan yang telah lalu, karena telah pergi dan selesai.
-Terimalah qadha' yang telah pasti dan rezeki yang telah dibagi itu dengan hati terbuka. Segala sesuatu itu ada ukurannya. Karenanya, enyahkan kegelisahan.
-Jangan menanti ucapan terima kasih dari sesama. Cukuplah pahala dari Dzat yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Tak ada yang harus Anda lakukan terhadap orang yang membangkang, dengki, dan iri.
-Perhatikan kebersihan pakaian. Perhatikan bau badan. Perhatikan penampilan luar. Jangan lupa menggosok gigi dan memakai parfum.
-Maafkanlah orang yang pernah melakukan kezaliman kepada Anda. Sambunglah tali silaturahmi orang yang memutuskan tali silaturahmi dengan Anda. Berilah orang yang tidak pernah memberi kepada Anda.Bersabarlah terhadap orang yang berbuat jahat kepada Anda, niscaya Anda akan memperoleh rasa bahagia dan aman dalam diri Anda.
-Terimalah bentuk wajah, bakat, pemasukan, dan keluarga dengan kelegaan hati, niscaya Anda akan mendapatkan ketenteraman dan kebahagiaan.
-Ketahuilah, bahwa setelah kesulitan itu akan ada kemudahan, dan setelah kesulitan itu akan ada jalan keluar. Ketahuilah, bahwa keadaan seseorang itu tidak akan tetap selamanya. Hari-hari iru akan senantiasa bergulir.
-Terimalah pilihan Allah untuk Anda dengan gembira. Sebab, Anda tidak tahu tentang kemaslahatan. Bisa jadi kesulitan itu lebih baik daripada kemudahan.
-Ujian itu akan mendekatkan jarak antara diri Anda dengan Rabb, akan mengajarkan kepada diri Anda bagaimana berdoa, dan akan menghilangkan kesombongan, ujub, dan rasa bangga diri dari diri Anda.
-Jauhilah buruk sangka, buanglah angan-angan, khayalan-khayalan yang merusak, dan pikiran-pikiran yang sakit.
-Ketahuilah bahwa Anda bukan satu-satunya orang yang mendaoat ujian. Tidak seorang pun yang lepas dari kesedihan dan tidak seorang pun luput dari kesedihan.
-Ketahuilah, bahwa kesulitan itu akan membuka pendengaran dan penglihatan, menghidupkan hati, mendewasakan jiwa, mengingatkan hamba, dan menambah pahala.
-Jangan menerka-nerka peristiwa, jangan menunggu keburukan, jangan percaya terhadap semua kabar yang tidak jelas, dan jangan menelan mentah-mentah cerita-cerita yang tidak benar.
-Kebanyakan yang ditakuti orang itu tidak pernah terjadi. Kebanyakan berita-berita yang menakutkan itu tidak pernah terjadi. Di sisi Allah lah semua kecukupan, dan di sisi Allah lah semua pengawasan dan pertolongan.
-Jangan banyak bergaul dengan orang-orang pendendam, pengangguran, dan pendengki. Sebab mereka adalah penyakit jiwa, pembawa kesedihan dan keresahan.
-Jangan terpengaruh dengan perkataan jelek dan ungkapan keji yang dikatakan tentang diri Anda, karena itu akan menyakiti orang yang mengatakannya, bukan diri Anda sendiri.
-Ketahuilah, bahwa orang yang mengghibah Anda berarti menyetorkan kebaikan-kebaikannya kepada Anda, menghapuskan kesalahan-kesalahan Anda, dan menjadikan Anda orang yang terkenal. Tentu saja yang demikian ini adalah nikmat.
-Lihatlah orang yang lebih rendah dari diri Anda dalam hal tubuh, rupa, harta, rumah, pekerjaan, dan keluarga. Tujuannya, agar Anda mengerti bahwa yang lebih rendah dari Anda dalam hal tersebut masih ribuan jumlahnya.
-Menyendirilah beberapa saat untuk merenungkan hal-hal yang anda hadapi, untuk introspeksi diri, untuk memikirkan akhirat, dan untuk memperbaiki dunia.
-Jangan mudah marah, sebab marah hanya akan merusak keadaan jiwa, mengubah perilaku, memperburuk pergaulan, merusak cinta, dan memutuskan tali silaturahmi.
-Percayalah pada diri sendiri, dan jangan menggantungkan diri Anda pada orang lain.
-Jadilah sosok yang berpandangan luas. Berusaha unruk memaafkan siapa saja yang berbuat jahat kepadamu agar Anda bisa menikmati hidup ini dengan damai dan tenang, enyahkan jauh-jauh niatan untuk membalas dendam.
-Lihatlah musibah dari sisi yang paling memberikan harapan, bayangkan pahala yang Anda dapatkan dari musibah tersebut. Sadarilah bahwa musibah yang menimpa diri Anda itu lebih ringan jika dibandingkan dengan musibah yang menimpa orang lain. Dan, belajarlah dari orang-orang yang yang telah mendapat cobaan dan ujian.
-Berbicara dengan semua saudara dapat mengusir kesedihan, bercanda yang sehat adalah rileksasi, dan mendengarkan syair dapat menenangkan pikiran.
-Cela diri Anda sendiri atas kelalaian yang Anda lakukan, dan jangan sekali-kali mencela orang lain. Anda memiliki banyak cela yang untuk memperbaikinya sudah menghabiskan seluruh waktu yang ada. Oleh karena itu, tinggalkan selain diri Anda.
-Tanda kebodohan itu adalah membuang-buang waktu, menunda-nunda taubat, menggantung kepada orang lain, durhaka kepada orang tua, dan menyebarkan rahasia orang lain.
-Senyuman itu ada bersama air mata. Kegembiraan itu ada bersama kedukaan. Karunia itu ada bersama bencana. Dan pemberian itu ada bersama ujian: sunnah yang tetap dan rumusan yang pasti.
-Hidup ini sangat pendek, maka jangan Anda perpendek dengan banyak bersedih.
-Nyamuk selalu berusaha mengganggu dan menyakiti singa, namun itu semua tidak menarik perhatian singa dan tidak membuatnya menoleh kepadanya. Sebab singa sudah sibuk dengan target-target yang harus dimangsanya ketimbang seekor nyamuk.
-Senyum adalah kunci kebahagiaan. Cinta adalah pintunya. Kegembiraan adalah taman bunganya. Iman adalah cahayanya. Keamanan adalah temboknya.

Rabu, 13 November 2013

Gak usah dibaca!

Pernah gak sih ngerasa sebel sama orang dan mikir.... oh ini rasanya jadi orang yang waktu itu gw bikin sebel gara-gara hal ini?
Sebel sama orang yang kerjaannya komentar aja, misal bilang kalo cara gw nyetir gak enak lah atau apa lah, padahal dianya nebeng?
Sebel sama orang yang ngomong, ih nama lo gak keren amat cuma satu kata. Teruuuuuss... masalah buat lo? Masbuloh banget deh
Sebel sama yang tau-tau ngejadiin gw lelucon padahal lagi gak ngobrol bareng dia juga. Lo pikir lo asik? *mikir jangan-jangan gw kayak gini juga*
Sebel sama yang ngejudge sembarangan, misalnya bilang kalo gw kerjaannya shopping lah ini lah itu lah. Helloooo.... lo kenal gw? Tau budget gw berapa dan bagaimana gw manage saldo rekening tabungan gw?
Sebel sama yang masih aja nganggep bercanda padahal ekspresi gw udah berubah. Can you just 'read'?
Sebel sama yang sok nasehatin padahal dia sendirinya juga gitu. Tapinya kalo gw ngomong 'lo juga kayak gitu kaleee' ntar disangka gw ngeyel dan gak mau nerima nasehat.
Sebel sama yang sok bener dan nganggep gw yang salah. Lo pernah ngaca dan introspeksi gak sih? Mau banget gw minta maaf hah?!?
Sebel sama yang asal ngejudge gw manja. Hellooooo... lo tau kehidupan gw kayak gimana?
Sebel sama yang asal komen sama hasil kerjaan jerih payah gw tapi dia sendiri gak 'turun langsung' dan cuma nyuruh gak tau apa-apa.
Sebel sama yang komen2 gendut lah apa lah, ya teruuuusssss? Kalo gw gendut masalah buat lo? Komen 1x 2x masih gapapa lah masih bercanda, kalo selalu komen kayak gitu jengkel juga.
Dan....
Sedih kalo udah tulus udah sepenuh hati, tapi... gak dipercaya.
Sedih dan kecewa saat temen gak antusias saat gw cerita hal yang bagi gw 'waw'.
Sedih saat ngerasa 'gak dianggep'.

Kalo kesel gw suka mikir...
Kalo mau, yaudah gak usah komen. Kalo gak mau, ya terserah lu. Udah dibantu belagu.

Anyway, tulisan ini gw bikin pas gw lagi kesel sekesel-keselnya, emosi seemosi-emosinya, bete sebete-betenya, sampe gw kufur nikmat dan mikir "kenapa-gw-hidup".
Jengkeeeeeeeeeel. Kenapa urusan gw terasa gak selesai-selesai :(
Astagfirullah... :'(

Senin, 11 November 2013

Pemikiran gw tentang grammar

Ada beberapa orang yang bilang, "grammar itu gak penting, yang penting langsung ngomong aja".
Hmmm, menurut gw..
1) Grammar bisa aja gak penting buat speaking, tapi penting buat writing. Gak mau kan acakadut kalo nulis. Kasarnya sih, sok inggris biar keliatan bijak tapi grammatically error. Misalnya ngetwit bahasa inggris yang malah bikin orang gak ngerti maksudnya apa. Atau yang lebih parah buat nulis essay, masih mikir kalo grammar gak penting?

2) Pernah baca buku, ada orang Indonesia yang bahasa inggrisnya lancar ngobrol sama orang asing, terus dia dibilang, "Are you sure you are from Indonesia? But your english is so good.." :/ :/ :/

3) Kalaupun dalam speaking gak peduli grammar, tapi yaa jangan ancur-ancur amat lah sampe gak peduli tata bahasanya sama sekali lah. Nanti artinya juga jadi beda lagi. Hmmm

Senin, 04 November 2013

What I want

Pengen kursus jahit biar bisa bikin baju idaman sendiri.
Pengen kursus fashion design.
Pengen kursus banyak bahasa biar casciscus bisa berbagai bahasa asing.
Pengen ngerti mesin mobil, motor, dll.
Pengen bisa utak atik barang-barang elektronik jadi bisa benerin kalo rusak.
Pengen ngerti bahasa arab jadi paham Al-Qur'an langsung pas bacanya.
Pengen kursus berkuda jadi bisa memacu kuda sendiri.
Pengen bisa banyak masak makanan enak.
Pengen ngerti materi kuliah sampe 'nempel' banget di kepala.
Pengen bisa nyetir ke luar kota, ke luar pulau kalo bisa!
Pengen punya kepribadian yang lebih baik.
Pengen ngerti banyak ilmu-ilmu yang ada di dunia dan wawasan luas.
Pengen baca banyak buku.
Pengen suatu saat bisa kuliah S2 di luar negeri.
Pengen traveling keliling dunia.

Kalo kepengen jangka waktu dekat..
Pengen beli jam tangan
Pengen beli sepatu
Pengen beli cardigan
......gak abis2 kalo belanjaan

Pengen punya....
Mobil dari hasil usaha sendiri.
Rumah dari hasil usaha sendiri.
Bisnis di bidang fashion atau yang menarik lainnya.
Walk-in-closet jadi baju, tas, rok, sepatu, aksesoris bisa rapih semua di satu ruangan.
Keluarga yang sakinah mawadah warahmah.
Rumah kayak di film-film.
Make-up yang lengkap.
Uang yang banyak biar hidup sejahtera.
Orang menyenangkan di sekitar biar bahagia.

Pengen jadi...
Anak yang berbakti ke orang tua.
Ibu yang baik untuk anak-anak gw nanti.
Istri yang baik, shalihah dan jadi kebanggaan suami gw nanti.
Orang yang lebih baik.

But, as I grow older, I realize that this statement is sooo true..
Money can buy....
cosmetics, but not beauty
house, but not home
acquaintances, but not friends
medicine, but not health
sex, but not love
entertainment, but not happiness
great bed, but not comfort
praying equipment, but not Allah's ridha
any machines, but not time machine.

Jumat, 01 November 2013

Hmmm

Hatiku serasa ingin menolak sesuatu yang jatuh dari pikiranku.
Tetapi alam bawah sadarku ini seolah tak terkendali terus saja ingin masuk ke rongga pikiran dan tak kan biarkan itu bisa sampai ke hati.
Tuhanku... apa kau sedang mengujiku?
Kuatkanlah aku, ya Tuhan...