Minggu, 17 November 2013

Menjadi Orang Paling Bahagia (from la tahzan book)

Sebenenrnya udah dari beberapa hari lalu pengen nulis ini di blog. Disalin dari buku La Tahzan karangan Aidh Al Qarni yang bagian "Tips Menjadi Orang yang Paling Bahagia" dan gw pilih beberapa bagian yang paling gw suka dan menurut gw paling bagus juga 'ngena'.

-Yang lalu telah berlalu, dan yang telah pergi telah mati. Jangan dipikirkan yang telah lalu, karena telah pergi dan selesai.
-Terimalah qadha' yang telah pasti dan rezeki yang telah dibagi itu dengan hati terbuka. Segala sesuatu itu ada ukurannya. Karenanya, enyahkan kegelisahan.
-Jangan menanti ucapan terima kasih dari sesama. Cukuplah pahala dari Dzat yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Tak ada yang harus Anda lakukan terhadap orang yang membangkang, dengki, dan iri.
-Perhatikan kebersihan pakaian. Perhatikan bau badan. Perhatikan penampilan luar. Jangan lupa menggosok gigi dan memakai parfum.
-Maafkanlah orang yang pernah melakukan kezaliman kepada Anda. Sambunglah tali silaturahmi orang yang memutuskan tali silaturahmi dengan Anda. Berilah orang yang tidak pernah memberi kepada Anda.Bersabarlah terhadap orang yang berbuat jahat kepada Anda, niscaya Anda akan memperoleh rasa bahagia dan aman dalam diri Anda.
-Terimalah bentuk wajah, bakat, pemasukan, dan keluarga dengan kelegaan hati, niscaya Anda akan mendapatkan ketenteraman dan kebahagiaan.
-Ketahuilah, bahwa setelah kesulitan itu akan ada kemudahan, dan setelah kesulitan itu akan ada jalan keluar. Ketahuilah, bahwa keadaan seseorang itu tidak akan tetap selamanya. Hari-hari iru akan senantiasa bergulir.
-Terimalah pilihan Allah untuk Anda dengan gembira. Sebab, Anda tidak tahu tentang kemaslahatan. Bisa jadi kesulitan itu lebih baik daripada kemudahan.
-Ujian itu akan mendekatkan jarak antara diri Anda dengan Rabb, akan mengajarkan kepada diri Anda bagaimana berdoa, dan akan menghilangkan kesombongan, ujub, dan rasa bangga diri dari diri Anda.
-Jauhilah buruk sangka, buanglah angan-angan, khayalan-khayalan yang merusak, dan pikiran-pikiran yang sakit.
-Ketahuilah bahwa Anda bukan satu-satunya orang yang mendaoat ujian. Tidak seorang pun yang lepas dari kesedihan dan tidak seorang pun luput dari kesedihan.
-Ketahuilah, bahwa kesulitan itu akan membuka pendengaran dan penglihatan, menghidupkan hati, mendewasakan jiwa, mengingatkan hamba, dan menambah pahala.
-Jangan menerka-nerka peristiwa, jangan menunggu keburukan, jangan percaya terhadap semua kabar yang tidak jelas, dan jangan menelan mentah-mentah cerita-cerita yang tidak benar.
-Kebanyakan yang ditakuti orang itu tidak pernah terjadi. Kebanyakan berita-berita yang menakutkan itu tidak pernah terjadi. Di sisi Allah lah semua kecukupan, dan di sisi Allah lah semua pengawasan dan pertolongan.
-Jangan banyak bergaul dengan orang-orang pendendam, pengangguran, dan pendengki. Sebab mereka adalah penyakit jiwa, pembawa kesedihan dan keresahan.
-Jangan terpengaruh dengan perkataan jelek dan ungkapan keji yang dikatakan tentang diri Anda, karena itu akan menyakiti orang yang mengatakannya, bukan diri Anda sendiri.
-Ketahuilah, bahwa orang yang mengghibah Anda berarti menyetorkan kebaikan-kebaikannya kepada Anda, menghapuskan kesalahan-kesalahan Anda, dan menjadikan Anda orang yang terkenal. Tentu saja yang demikian ini adalah nikmat.
-Lihatlah orang yang lebih rendah dari diri Anda dalam hal tubuh, rupa, harta, rumah, pekerjaan, dan keluarga. Tujuannya, agar Anda mengerti bahwa yang lebih rendah dari Anda dalam hal tersebut masih ribuan jumlahnya.
-Menyendirilah beberapa saat untuk merenungkan hal-hal yang anda hadapi, untuk introspeksi diri, untuk memikirkan akhirat, dan untuk memperbaiki dunia.
-Jangan mudah marah, sebab marah hanya akan merusak keadaan jiwa, mengubah perilaku, memperburuk pergaulan, merusak cinta, dan memutuskan tali silaturahmi.
-Percayalah pada diri sendiri, dan jangan menggantungkan diri Anda pada orang lain.
-Jadilah sosok yang berpandangan luas. Berusaha unruk memaafkan siapa saja yang berbuat jahat kepadamu agar Anda bisa menikmati hidup ini dengan damai dan tenang, enyahkan jauh-jauh niatan untuk membalas dendam.
-Lihatlah musibah dari sisi yang paling memberikan harapan, bayangkan pahala yang Anda dapatkan dari musibah tersebut. Sadarilah bahwa musibah yang menimpa diri Anda itu lebih ringan jika dibandingkan dengan musibah yang menimpa orang lain. Dan, belajarlah dari orang-orang yang yang telah mendapat cobaan dan ujian.
-Berbicara dengan semua saudara dapat mengusir kesedihan, bercanda yang sehat adalah rileksasi, dan mendengarkan syair dapat menenangkan pikiran.
-Cela diri Anda sendiri atas kelalaian yang Anda lakukan, dan jangan sekali-kali mencela orang lain. Anda memiliki banyak cela yang untuk memperbaikinya sudah menghabiskan seluruh waktu yang ada. Oleh karena itu, tinggalkan selain diri Anda.
-Tanda kebodohan itu adalah membuang-buang waktu, menunda-nunda taubat, menggantung kepada orang lain, durhaka kepada orang tua, dan menyebarkan rahasia orang lain.
-Senyuman itu ada bersama air mata. Kegembiraan itu ada bersama kedukaan. Karunia itu ada bersama bencana. Dan pemberian itu ada bersama ujian: sunnah yang tetap dan rumusan yang pasti.
-Hidup ini sangat pendek, maka jangan Anda perpendek dengan banyak bersedih.
-Nyamuk selalu berusaha mengganggu dan menyakiti singa, namun itu semua tidak menarik perhatian singa dan tidak membuatnya menoleh kepadanya. Sebab singa sudah sibuk dengan target-target yang harus dimangsanya ketimbang seekor nyamuk.
-Senyum adalah kunci kebahagiaan. Cinta adalah pintunya. Kegembiraan adalah taman bunganya. Iman adalah cahayanya. Keamanan adalah temboknya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar