Senin, 03 Februari 2014

Khadijah binti Khuwailid

Bismillah, hanya copas dari berbagai sumber.. semoga bermanfaat :)

- Siti Khadijah adalah putri dari Khuwailid bin As’ ad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al – Qurasyiyah al – Asadiyah. Siti Khadijah tumbuh dalam lingkungan keluarga yang terhormat. Beliau adalah seorang saudagar yang sukses, cantik, dan cerdas.

- Sebelum menikah dengan Rasulullah, Khadijah pernah dua kali menikah. Suami pertama Khadijah adalah Abu Halah at-Tamimi, yang wafat dengan meninggalkan kekayaan yang banyak, juga jaringan perniagaan yang luas dan berkembang. Pernikahan kedua Khadijah adalah dengan Atiq bin Aidz bin Makhzum, yang juga wafat dengan meninggalkan harta dan perniagaan. Dengan demikian, Khadijah menjadi orang terkaya di kalangan suku Quraisy.

- Khadijah melahirkan dua orang anak laki-laki, yaitu Qasim dan Abdullah serta empat orang anak perempuan, yaitu Zainab, Ruqayah, Ummu Kultsum dan Fatimah. Seluruh putra dan putrinya lahir sebelum masa kenabian, kecuali Abdullah. Karena itulah, Abdullah kemudian dijuluki ath-Thayyib (yang balk) dan ath-Thahir (yang suci).

- Khadijah binti Khuwailid adalah sebaik-baik wanita ahli surga. Ini
sebagaimana sabda Rasulullah, “Sebaik-baik wanita ahli surga adalah Maryam binti Imran dan Khadijah binti Khuwailid.”

-  Rasulullah SAW bersabda :"Khadijah beriman kepadaku ketika orang-orang ingkar, dia membenarkan aku ketika orang-orang mendustakan dan dia menolongku dengan hartanya ketika orang-orang tidak memberiku apa-apa dan Allah SWT memberiku anak darinya ketika Dia tidak memberiku anak dari wanita lain”

- Diriwayatkan dalam hadits shahih, dari Abu Hurairah r.a., dia berkata :"Jibril datang kepada Nabi SAW, lalu berkata :"Wahai, Rasulullah, ini Khadijah telah datang membawa sebuah wadah berisi kuah, makanan atau minuman. Apabila dia datang kepadamu, sampaikan kepadanya salam dari Tuhan-nya dan beritahukan kepadanya tentang sebuah rumah di syurga, (terbuat) dari mutiara yang tiada suara ribut di dalamnya dan tiada kepayahan." [Shahih Bukhari, Bab Perkawinan Nabi SAW dengan Khadijah dan Keutamaannya, 1/539]

- Khadijah Tidak Menilai Pria Dari Kekayaannya
Sebagai wanita cantik dan kaya, banyak pria kaya yang ingin melamar Siti Khadijah. Beberapa pelamar itu adalah orang-orang yang berasal dari keluarga kaya dan bersedia membayar berapapun mas kawin yang diinginkan Siti Khadijah. Tetapi wanita mulia tersebut menolak lamaran yang
datang secara halus. Harta bukanlah satu- satunya penilaian dalam memilih pasangan hidup. Siti Khadijah mencintai Rasulullah SAW karena akhlak mulia serta kejujurannya.

- Umurnya yang lebih tua dari Nabi dan harta kekayaannya yang melebihi Nabi tidak lantas menjadikannya sombong dan ingin menguasai rumah tangga. Ia
tetaplah wanita yang taat pada suami dan tunduk pada aturan Allah.

- Khadijah merupakan contoh bagaimana wanita bukanlah pencari nafkah utama. Kisah hidupnya seperti menjadi pengingat bagi wanita-wanita muslimah yang berkarir agar tidak melupakan kewajibannya sebagai seorang Ibu dan istri serta tetap tunduk pada aturan yang telah Allah tetapkan.

- Siti Khadijah mendedikasikan kekayaannya sepenuhnya untuk mendukung misi dakwah Nabi Muhammad.

- Wajar jika baginda rasul sendiri tidak bisa menduakan Khadijah selama ia hidup, padahal Rasul mampu melakukan itu. Bahkan setelah Khadijah wafat pun butuh waktu lebih dari 1 tahun bagi baginda rasul sampai kemudian menikah lagi.

- Setahun setelah Khadijah meninggal, ada seorang wanita shahabiyah yang menemui Rasulullah Saw. Wanita ini bertanya , " Ya Rasulullah, mengapa engkau tidak menikah? Engkau memiliki 9 keluarga dan harus menjalankan seruan besar. " Sambil menangis Rasulullah Saw menjawab, "Masih adakah orang lain setelah Khadijah?"
Kalau saja Allah tidak memerintahkan Muhammad Saw untuk menikah, maka pastilah Beliau tidak akan menikah untuk selama-lamanya. Nabi Muhammad Saw menikah dengan Khadijah layaknya para lelaki. Sedangkan pernikahan-pernikahan setelah itu hanya karena tuntutan risalah Nabi Saw, Beliau tidak pernah dapat melupakan istri Beliau ini walaupun setelah 14 tahun Khadijah meninggal.

- Sayyidah Khadijah dikenal dengan julukan wanita suci sejak perkawinannya dengan Abu Halah dan Atiq bin Aidz karena keutamaan
akhlak dan sifat terpujinya. Karena itu, tidak heran jika kalangan Quraisy memberikan penghargaan dan berupa penghormatan yang tinggi kepadanya.

- Aisyah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Belum pernah aku cemburu kepada istri-istri nabi lainnya kecuali kepada Khadijah, padahal aku belum pernah bertemu dengannya.” Ia melanjutkan setiap kali Rasulullah menyembelih seekor kambing beliau berkata ”Kirimlah daging ini kepada teman-teman Khadijah!” Pada suatu hari aku membuat beliau marah. Aku berkata: ”Khadijah?” Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkata:” Sesungguhnya aku telah dianugerahi rasa cinta kepadanya .” (HR. Muslim)

- Demikianlah istri shalihah. Menjadi penghilang duka suami, penghibur hati yang sedih, selalu mendorong suami dalam kebaikan. Khadijah binti Khuwailid, orang pertama yang beriman kepada Rasulullah, mendukung dan menguatkan beliau, sehingga tidaklah Rasulullah mendengar dari orang-orang musyrik sesuatu yang membuat
beliau sedih, berupa pendustaan, penolakan dan yang lainnya kecuali Allah berikan jalan keluar melalui Khadijah. Ia selalu mengokohkan beliau,
membenarkan, dan meringankan beban beliau. Karena inilah, kesan indah Khadijah sangat melekat pada beliau.

- Aisyah ra menuturkan, bahwa tidaklah Rasulullah keluar dari rumah beliau, kecuali hampir selalu menyebutkan nama Khadijah dan memujinya. Aisyah berkata, “Beliau pun suatu hari menyebut namanya, dan hinggaplah kecemburuan pada diriku, aku pun
mengatakan, 'bukankah Khadijah itu hanyalah seorang yang sudah tua, yang Allah telah menggantikannya dengan yang lebih baik untukmu.’ maka Rasulullah pun sangat marah,
beliau bersabda, ‘tidak demi Allah, Allah tidak menggantikannya dengan yang lebih baik sama sekali. Ia beriman kepadaku di saat manusia mengkafiriku, ia membenarkanku saat manusia
mendustakanku, ia mendukungku dengan hartanya saat manusia menahan hartanya dariku, Allah mengaruniakan kepadaku anak
darinya saat wanita lainnya tidak.’”
Aisyah pun mengatakan, “aku berkata dalam diriku, ‘aku tidak akan menjelekkannya selama-lamanya.’”

- Pada tahun kesepuluh kenabian, tiga tahun sebelum hijrah, sebelum Rasulullah di isra’kan ke Sidratul Muntaha, Khadijah bintu Khuwailid
wafat menghadap Allah Yang Maha Tinggi, ketika berumur 65 tahun, pada bulan Ramadhan, tiga hari setelah meninggalnya Abu Thalib. Rasulullah sendiri yang memakamkannya di daerah Hajun.

Wallahualam bissawab :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar