Rabu, 19 November 2014

Ayahku





Ayah..

Ayahku orang yang keras kepala dan cepat marah,
Tapi aku tau... dia menyesal setelah marah.

Ayahku tak pernah marah jika aku pulang larut malam,
Karena dia percaya bahwa aku tak berlaku macam-macam ataupun aneh-aneh saat aku pulang malam,
...tapi aku tau diri, aku yang tak senang untuk pulang larut malam, apalagi aku ini perempuan
.
Ayahku melarangku untuk berpacaran dan bergaul berlebihan dengan lawan jenis,
Nanti mengurangi harga diri sebagai perempuan katanya,

Ayahku marah jika aku berpakaian terbuka ataupun terlalu ‘ketat’ menurutnya,
Dia bilang sudah sepantasnya seorang muslimah yang ingin dihargai memakai  baju yang sopan dan pantas.

Ayahku orang yang berpendirian teguh dan keras,
“Hidup itu seperti menyetir mobil, makin mepet-mepet makin dipepetin orang,” katanya.

Ayahku orang yang sulit mengungkapkan perasaan sayangnya melalui kata-kata,
Tapi aku tau bahwa dia sangat menyayangi kami, anak-anaknya.

Ayahku seorang pekerja keras, dia pulang larut malam setiap hari karena semangatnya mencari rezeki yang dititipkan oleh Allah melalui berbagai cara dan jalan.

Ayahku orang yang dermawan, aku tahu bahwa sebagian dari rezekinya selalu ia bagi dengan orang lain yang lebih membutuhkan.

Ayahku orang yang cerdas, aku tau benar akan hal itu.

Ayahku orang yang kata-katanya selalu membantuku berdiri tegak kembali saat aku rapuh,
“Emas yang dilempar dan ditaruh dalam lumpur itu tetap emas,” katanya saat aku sedih tidak mampu masuk sekolah menengah favorit.
“Jangan dipikirkan,” katanya saat aku kehilangan ponsel terbaruku.

Ayahku hanya manusia yang memiliki banyak kekurangan..
semua manusia memiliki kekurangan, bukan?

Ayahku mengajarkanku untuk hidup sederhana,
“Jangan boros,” katanya.

Ayahku adalah malaikat berwujud manusia yang ada di dunia ini, setidaknya untuk anak-anaknya. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar