Rabu, 08 Juli 2015

STOP MEROKOK (DI SEKITAR SAYA)

Saya seorang perempuan berumur 21 tahun yang tinggal di Bogor, Indonesia dari lahir hingga sekarang. Saya tinggal di keluarga maupun lingkungan yang kebanyakan perokok. Saya mengidap penyakit asma dan alergi debu (rhinitis) pada saluran pernafasan saya. Ya, asma saya memang tidak secara langsung dipengaruhi oleh "polusi" udara. Penyakit asma yang saya miliki adalah alergi terhadap pengawet dan penyedap rasa pada makanan. Tetapi, menghirup asap rokok juga tak jarang membuat saya sesak nafas dan alergi debu saya kambuh. Bersin-bersin dan berujung pada flu berkepanjangan. 
Dear para perokok, saya tidak tertarik dengan betapa enaknya menghisap rokok bagi kalian dan saya pun sama sekali tidak berminat untuk menyicipi rasa merokok tersebut. Walau saya berkeyakinan bahwa rokok memang haram dan memiliki lebih banyak mudharat daripada manfaat, tetapi saya tidak masalah dan tidak ikut campur dengan kebiasaan kalian merokok JIKA TIDAK MEROKOK DI SEKITAR SAYA. Bahkan jika kalian anggap itu masih berjarak jauh dari saya, menurut saya bau asap tersebut masih tercium karena hidung saya sangat sensitif.
Berikut adalah alasan mengapa para perokok tidak berhak merokok di tempat umum, terutama di dekat saya:
  1. Orang lain berhak menghirup udara segar. 
  2. Saya TIDAK SUDI asap rokok tersebut masuk ke paru-paru saya.
  3. Orang lain yang berada di dekat anda belum tentu memiliki kondisi kesehatan yang prima, anda tidak tahu kan kalau saja orang yang terkena asap rokok anda itu adalah pengidap asma, ISPA, dll?
  4. Apa anda yakin bahwa anda tidak mengganggu orang lain? Saya sangat kesal dengan orang yang percaya diri mengatakan bahwa asap merokok mereka tidak mengganggu dan ingin dimaklumi oleh orang yang tidak merokok dan ingin menghirup udara bersih serta segar. Jangan tanyakan pada diri anda sendiri apakah rokok tersebut mengganggu atau tidak, tanyakan pada orang sekitar anda. Kalau saya yang ditanyakan sih ya saya jawab jujur, JELAS MENGGANGGU.
  5. Apa anda tidak sayang dengan tubuh anda sendiri? Benda bernama rokok yang anda hisap hanya mengandung zat berbahaya. Belum pernah saya dengar orang yang memiliki kebiasaan merokok menjadi lebih sehat daripada sebelumnya saat dia tidak merokok.
  6. Merokok sama saja membakar uang anda sendiri. Sudahlah, akui saja.. sebagian budget anda dialokasikan untuk merokok kan.
  7. Beberapa perokok yang ngeyel jika dinasehati dan diperingatkan untuk merokok sering mengatakan bahwa "merokok bisa saja sakit, tidak merokok belum tentu sakit". Dalam mengambil kesimpulan, janganlah berpatokan pada data pencilan/outlier. 
  8. Perokok yang ngeyel dan sering ngotot untuk merokok dimanapun dia mau walaupun banyak anak-anak dan orang-orang yang memiliki penyakit pernapasan juga ada yang mengatakan bahwa seharusnya orang lain memaklumi dia, menganggap lumrah, dan membiasakan diri menghirup asap rokok. Ini adalah perokok yang paling menjengkelkan bagi saya. Saya adalah korban, kenapa saya yang harus mengalah? Saya berhak menghirup udara segar, kenapa saya yang harus memaklumi? Dia yang mengganggu, kenapa orang lain yang harus bersabar?
  9. Ada lagi alasan ngeyel bahwa rokok (katanya) memiliki manfaat. Walaupun menurut sebagian orang ngeyel rokok memiliki manfaat, tetapi tentu saja LEBIH BANYAK MUDHARATNYA. Bukankah kaidah agama sangat jelas? Bahwa hal yang lebih banyak mudharat daripada manfaat harus ditinggalkan.
  10. (bakal ditambah)
Kalau memang tidak bisa berenti merokok, minimal jangan ganggu dan mengajak-ngajak orang lain untuk menghirup asap rokok anda. Saya sebagai penderita penyakit asma dan rhinitis merasa sangat terganggu dengan asap rokok. Saya berhak untuk menghirup udara bersih dan segar. Saya pun tidak sudi membiarkan asap tersebut masuk ke paru-paru saya.