Sabtu, 31 Desember 2016

Ketika aku gagal dan ingin bangkit

Dulu, saat kegagalan yang begitu menohok itu, gagal LPDP 2 kali,
dunia serasa runtuh,
ragaku seperti dihempas badai,
jiwaku seperti hilang,
mimpiku menguap dan berdifusi pada angin
masa depanku seperti hilang

Aku merasa seperti produk gagal, mengapa aku gagal dua kali? Apa memang aku tak pantas? Apa memang ini hukuman untukku? YaAllah dari sekian banyak orang lain berhasil mengapa aku digagalkan. Mengapa aku sebodoh itu untuk sesuatu yang sangat mudah didapatkan orang lain?

Aku berusaha kuat. Aku berusaha tegar. Aku menutup diriku dari keramaian. Aku malu yaAllah. Aku tak ingin orang lain tau dan meremehkan aku. Aku yang biasanya tak tahan untuk bicara dengan sifat keterbukaanku tak ingin membaginya pada siapapun. Aku block, unfollow, dan hapus semua keyword "LPDP" agar aku lupa dan move on dari semua kesedihan itu. Aku jalani hari demi hari dengan (berusaha) sabar. Aku browsing segala blog untuk membangkitkan semangatku. Mencari-cari barangkali ada yang senasib denganku, dan dengan cara itu aku menghibur diriku sendiri.
Dua sampai bahkan tiga bulan hatiku masih sangat terasa sakit saat melihat awardee LPDP di social media, mendengar kata LPDP, dan bahasan apapun tentang LPDP. Aku bahkan uninstall Path untuk move on.

Hari demi hari ku jalani dengan penuh kesedihan. Dalam hati aku bersyukur walaupun sakit sekali dan merasa bahwa dunia tidak adil, tetapi aku mendapat kepastian, dan yang jelas aku tidak berharap pada angan semu lagi. Aku jalani hari demi hari dengan melankolis. Aku pelan-pelan membenahi semuanya. Sempat sih aku masih berharap pada beasiswa ketiga yang aku daftar, tapi penolakan ketiga tidak begitu terasa sakit apa-apa. Sepertinya aku sudah mulai kebal terhadap penolakan. Walau ya.. tetal ada rasa nyess dan sakit sih dalam hati.

Batinku bersyukur.. Alhamdulillah yaAllah..  Kau menjadikan aku lebih kuat dengan dua kali kegagalan. Kau memberikan aku takdir yang lebih indah.

Setelah mendapatkan kepastian, kujalani hidup dengan usaha penuh untuk sabar, setiap hari aku memaksa diri menjadi kasir di toko milik orang tuaku dan diberi upah. Mencoba melamar kerja tapi aku menyadari bahwa semangatku bukan disana, bukan pada karir dunia kerja kantoran yang dikejar orang-orang lain.

Aku mencoba mengeluarkan modal pada sisa-sisa tabungan yang aku punya. Dalam hati aku sedih dan takut, yaAllah bahkan stok dagang aku sebelumnya aja dalam waktu tiga bulan masih lumayan bersisa. Bagaimana sekarang? Dimana masa depanku yaAllah. Apa aku sanggup sejahtera dengan cara berbeda dari sekelilingku? Apa aku bisa memiliki penghasilan seperti pegawai-pegawai kantoran itu?

Hatiku masih sakit. Bahkan melihat quote di krl saja air mataku menetes. Aku sampai malu dengan orang yang melihatku menangis. Hatiku berkata, "YaAllah mengapa hidupku jadi seperti ini,  apa masa depan indah itu masih layak untukku?".

Atas dasar kuasa dan pertolongan Allah, walau usahaku baru berjalan hitungan bulan. Dan itu semua tidak mulus, terjal jalan yang ku lalui. Sendiri aku jalani itu semua. Dengan modal keberanian, kepasrahan, bahkan bisa dibilang nekat dengan resiko sangat tinggi.. Aku sekarang berada di titik ini. Tak perlulah aku besar-besarkan dan umbar. Karena ya memang, tak ada yang bisa diumbar. Bismillah.. Permudahlah yaAllah..

-ian yang sekarang sudah merasa hidup sekarang sudah jauh terasa lebih baik

Senin, 28 November 2016

Syukur

Tulisan ini ku buat atas ungkapan syukur tak terkira,
Ia memberikanku sedih dan menggantinya dengan yang lebih dari ekspektasiku.
TakdirNya mencabik-cabik dan memporakporandakan rencanaku seketika, tetapi ternyata takdirNya jauh lebih indah.
Tangis kesedihan itu justru menjadikanku lebih kuat dan telah berubah menjadi tangis haru sekarang.
Alhamdulillah, Engkau Maha Baik..

Rabu, 12 Oktober 2016

Kosong

wahai hati yang telah lama kosong tak terisi,
duhai lidah yang telah lama tak menyebut sebuah nama dalam doa,
wahai jiwa yang belum menemukan pertautannya
duhai jemari yang kehilangan kemampuan menulis kata indah itu lagi,
wahai hati yang lupa rasanya jatuh cinta,
akankah kau siap saat waktu itu datang?

Minggu, 09 Oktober 2016

Lupa

Aku sudah ikhlas
Aku sudah terima kenyataan
Aku sudah berdamai dengan diriku sendiri
Aku sudah bahagia dengan segala yang ada sekarang
Aku sudah belajar dari kesalahanku
Aku bahkan bersyukur itu semua terjadi sesuai dengan kuasaNya

tapi....
sisi lemahku terkadang datang lagi
lututku kembali lemas
mataku kembali berair
hatiku kembali tercabik
seluruh tubuhku kembali terasa runtuh
nafsu makanku kembali hilang
kebahagiaanku kembali tercabut
hatiku kembali galau
semangatku kembali menguap

Bukan aku tidak ikhlas,
bukan aku tidak tabah..
aku hanya tidak ingin hal menyakitkan yang telah berlalu itu kembali mempengaruhi diriku
aku butuh ruang untuk melupakan semua itu
aku tidak ingin melihat itu semua lagi
aku ingin membuang semua jejak-jejaknya

hingga kemudian aku benar-benar kuat
hingga kemudian aku benar-benar bersyukur
...dan sisi lemahku itu tidak akan datang menghantuiku lagi.

Sabtu, 01 Oktober 2016

My Business Journey

Mumpung weekend, gw pengen nulis tentang perjalanan gw hingga akhirnya gw begini. Akhir-akhir ini, sejak 1.5-2 bulan terakhir, gw disibukkan dengan berdagang online. Bagi sebagian orang mungkin bertanya-tanya, kok sibuk? Kan kalo jualan online santai-santai aja. Iya, bisa santai.. tapi nanti dagangannya gak keurus, pesenan orang terbengkalai. Awalnya mungkin kayak sepi gitu nunggu orderan, bisa sambil jaga kasir di toko orang tua. Tapi lama kelamaan jadi capek harus banyak yang diurus, bolak balik beli kain, bolak balik ke jne, bolak balik ke konveksi, belum lagi bales-balesin chat.

Mau cerita dari asal mula gw jualan. Jadi, dulu jaman gw kuliah TPB (Tingkat Persiapan Bersama, tingkat satu) sampe sekitar semester 4 lah, gw itu sukaaaaa banget belanja baju. Apalagi gw lagi seneng beli rok. Dan gw emang suka jalan-jalan. Memang dasarnya gw itu BPJS (Budget Pas-pasan Jiwa Sosialita), gw pun senang membeli barang-barang yang diskonan di dept store (alias yang di bak, bukan di gantungan), seneng ubek-ubek pasar sampe nemu toko yang jual barang-barang lucu di antara barang-barang massive production di pasar. Selama gw ubek-ubek pasaran, kok rasanya susah ya nemu produk yang bener-bener kena ke hati dengan harga yang standar/murah? 

Terus tau-tau gw lihat ibu pake mesin jahit buat jelujur kain di rumah, dan mesin jahit ini gampang digunainnya karena tinggal pencet tombol bukan diinjek gitu. Gw pun minta ajarin ibu gimana cara pakai mesin jahit itu, tapi ibu kan sibuk di toko dan kalopun dia di rumah dia kayak ogah-ogahan ngajarin gw. Akhirnya, dengan kepo gw sotoy aja pake mesin jahit itu coba-coba. Dan hasilnyaa.... rusak dan emak gw marah-marah. HAHA keluar uang 150ribu kata ibu buat betulinnya. Yaudah habis itu gw diajarin cara pakai mesin jait yang benar, dan hasil jahitan gw berantakan x)).

Sebelum itu, gw cari-cari kain, tadinya gw ke pasar bogor, tapi setelah itu gw gak puas euy saya kain-kainnya. Yaudah akhirnya ajak ibu ke Cahaya Textile di Pasar Anyar. Gw cuma beli 1m buat percobaan jahit aja, coba gw masih nyimpen ya rok jahitan pertama gw yang (bisa disebut) rapih (untuk ukuran newbie). Lalu gw cari-cari di google bagusnya beli kain itu dimana, dan akhirnya gw beli kain di sebuah toko katun yang cukup terkenal di google. Gw biasanya pilih-pilih lamaa banget bisa 2 jam di toko itu. Dan cuma beli 1m buat beberapa motif kain. Masih cukup dijadiin rok karena abang-abang yang potongnya kan suka kepanjangan. Tadinya gw kepengen semua motif-motif lucu itu buat gw semua ajaa kan lumayan bisa punya banyak rok baruuu dengan harga ekonomis karena gw sendiri yang jahit. Tapi ternyata gw lumayan kalap jadi mahal.

Gw pun akhirnya mencoba jual-jualin roknya. Dengan jahitan sederhana dari gw, dan tadinya gw beli karet cuma meteran lho belum roll-an. Sharing dari gw, kalo ada yang minat jualan tapi mikirin dimana beli yang murah, menurut gw sih ya jalani aja dulu dengan modal bahan baku yang mahal, seiring berjalannya waktu, nanti pasti nemu deh dimana sela-selanya dan bisa membuat produk dengan lebih efisien dan murah kalau sudah lebih banyak produksi dan penjualannya (economics of scale).

Setelah beberapa kali restock gw jahit sendiri, ayah bilang ngapain gw harus jahit-jahit, mending kasih aja kainnya ke Pak Maman (penjait vermak lepis deket rumah) dan gw tinggal kuliah aja nanti gw jualin. Akhirnya gw pun bisa jual lebih banyak. Gw lupa berapa kali persisnya gw buka PO dan jual-jualin rok-rok itu, yang akhirnya juga merambah ke jualan dress lekbong (tanpa lengan). Sampai terakhir sebelum gw ingin fokus skripsian aja, gw buka PO apa aja warna yang orang-orang pengen dan gw tinggal kasih-kasih barangnya ke mereka setelah jadi. Dan gw ambil untung gak besar kok, paling sekitar 45-60% aja dari modal (bahkan sampai sekarang). Banyak brand-brand lokal baru yang kalo ambil untung gw lihat sampe 100-250%. Faktor branding juga kali ya.

Setelah gw berjualan selama kuliah itu, tabungan gw bisa melejit sampe sekitar 10juta isinya (Alhamdulillah). Dan dasaran gw masih berjiwa muda yang mikirnya masih pendek, gw beli gadget karena gw penasaran pengen beli kamera Samsung Mirrorless NX3000 dan saldo gw pun langsung terpangkas setengahnya. Hahaha. Tapi alhamdulillahnya kepake banget sih kamera coklatku itu sampai sekarang :"") buat foto-fotoin produk, karena kamera HP gw walau 8MP tapi terbatas dan gak secanggih kamera (ya kamera gw juga gak canggih-canggih amat sih dibanding kamera-kamera mahal sebenernya mah).

Gw pun susah multitasking dan saat itu yang ada di otak gw, gw ingin fokus skripsi biar cepat lulus dan wisuda, jadi gw tinggalkan lah bisnis itu. Setelah lulus, gw seperti kehilangan arah. Terus terang, terlahir di keluarga ini, gw gak melihat ada figur orang yang sukses di karir, orang tua gw punya usaha sendiri aja untuk makan dan hidup kami. Gw sering bantu-bantu jadi kasir dan mengoperasikan program kasir komputer sudah dari jaman kelas 2 SD (bahkan kelas 1 SD). Aktivitas bisnis bukanlah hal yang benar-benar baru buat gw.

Setelah lulus, gw pun coba jualan lagi, sekitar hampir 4juta lah gw ngemodal. Tapi gagal dan gw rugi, karena gw banyak gaya, dan sangat awam serta kurang pengetahuan gw tentang cara membuat baju yang bagus dan yang baik. Gw pun gak semangat, coba cari-cari kerja, jadi pengangguran ga jelas di rumah, ditolak-tolakin wawancara sampai bulan November tanggal 30 gw lelah cari-cari kerja eh tau-taunya gw ditawarin Kak Nadilla (kakak ini baik banget deh, makasih ya kak, selama perjalanan gw, kayaknya sering banget dibantu sama Kak Nadilla) buat kerja di sebuah lembaga pemerintah penyedia asuransi kesehatan (you know what lah) sebagai karyawan kontrak cuma satu bulan. Ya karena gw adalah orang yang suka tantangan, dan suka sesuatu yang exciting dan membuat otak gw terus berpikir, gw kurang betah dan gak ngerasa cocok dengan tugas administratif. Hehehe.

Setelah itu, batin gw pun terusik, gw kan pengen buat kuliah S2 ke LN pake beasiswa yang lagi happening sejagad Indonesia itu. Gw urus segala dokumen-dokumen dan setelah tes ielts gw mendapatkan LoA Unconditional (surat masuk tanpa syarat) ke MSc Islamic Finance Durham University. Dan takdir ternyata belum mengijinkan gw untuk berangkat (dan karena gw masih fresh graduate lugu yang masih 'hijau' juga, yang jelas banyaaaak hikmah dan pelajaran yang gw ambil dari ini, walau terasa sakit). Gw janji pasti cerita soal penolakan beasiswa 2x yang membuat gw gak bisa apply lagi akan gw ceritakan, tapi bukan sekarang. Belum mood dan gw belum ingin membagi soal itu disini. Even an extroverted person like me need a space for myself, too. 

Penolakan kedua itu membuat gw sangaaaaaaaaaaaat down, merasa itu titik terendah hidup gw, merasa cita-cita gw hancur, merasa gw produk gagal, orang bodoh, dan orang terbuang. Gw mulai pelan-pelan coba-coba cari kerja tapi gw gak semangat, dan bahkan untuk tes kerja yang sebenarnya mudah buat gw, gw gak lolos. Akhirnya gw lelah, dan gw putuskan... untuk meneruskan yang sebelumnya belum serius gw perjuangkan. Gw gak bener-bener bisa bilang kalo ini "passion", tapi semangat terdalam gw saat gw beraktivitas, dan ngobrol, dan semua-muanya itu di bisnis dan wirausaha. Gw hanyalah remah gorengan di antara wirausahawan hebat, tapi gw yakin kalau gw bisa mengarungi ini semua. 

Gw menjalani @bytwin.ian dengan pelan-pelan dan single fighter, sendirian, tanpa partner. Yang awalnya nama olshopnya super culun karena gak kreatif ngasih nama, akhirnya gw ganti sampai ke @bytwin.ian. Teringat salah satu teman bilang "gak mau nikah? bisnis bareng suami kan seru". Hmmm, bisnis gak harus nunggu apapun kalau mau mulai, jalani aja dari sekarang kalau memang niat, bukan nunggu-nunggu terus. Atau ada aja orang yang nanya, "gak mau kerja aja, lowongan x lagi buka nih". Bukannya gak mau kerja sih, tapi gw udah lelah dengan penolakan kerja. Hahaha. Dan bisnis ini susaaaaaah banget buat disambi. Bahkan bisa dibilang hampir gak mungkin. Kecuali sebagai dropshipper, jadi tim marketing aja. Selain itu, gw emang gak betah dengan jam kerja nine to five dan gw orang yang cepat bosan untuk urusan kerjaan. Kalo ada yang tanya, enakan bisnis atau kerja aja? Ya bagi gw yang karakternya begini, ya jelas enakan bisnis. Tapi bagi orang lain? Gw gak tau.

Bisnis ini membuat gw harus menjadi wanita tangguh, dari mulai awalnya angkut-angkut barang sendiri dari Tanah Abang ke stasiunnya, sampai pakai porter, dibantu saudara kembar gw, Ani, atau dia jadi model buat baju jualan gw *LOL*, terus harus bawa 70pcs baju di karung pake motor, nyetir sendiri ke Tanah Abang, hujan-hujanan di motor setelah beli kain. Alhamdulillah, selama ini sepertinya Allah mudahkan, walau gak benar-benar mulus jalan gw. Gw masih terus belajar dari kesalahan, dari komplain pembeli, dan dari apa yang gw rasa kurang ketika pakai produk gw sendiri. Dan dari itu semua gw belajar, ternyata memang harga bersaing yang orang cari, tetapi kualitas lah yang membuat konsumen menjadi loyal dan senang terhadap barang kita. Hidup gw sekarang terasa sangat "susah" dan merasa "miskin", setiap ada uang lebih, gw kepikiran harus bayar jahitan, harus bayar beli kain nanti, dll.

Gw juga jadi dipertemukan dengan orang-orang yang mau berbagi dan membuat pengetahuan gw tentang bisnis pakaian makin bertambah. Rasanya gw bersyukur, memang ini bukanlah hal yang awalnya gw inginkan, tapi gw merasa senang bisa menyelami aktivitas ini. Dapat pengetahuan baru dari mulai dari kurir, supplier kain, konveksi, kakak kelas, orang tua, penjahit, pembeli yang bersemangat, serta dropshipper gw yang membuat gw lebih terpacu untuk melawan rasa malas dan terkadang jenuh. Walau sementara ini sering terlintas dan mengganjal pikiran, apa yang akan gw lakukan kalo bisnis gw ini semakin besar dan gw ingin meneruskan cita-cita untuk S2 ke LN? Bismillah, jalani aja dulu, Tuhan yang akan jawab.

Kamis, 08 September 2016

Lelah Jadi Manusia Kembar

Pengen nulis tulisan yang gak terlalu serius sekarang. Seperti yang orang-orang ketahui, gw adalah manusia yang ditakdirkan terlahir kembar identik. Gak terhitung ya berapa kali orang salah manggil sampe takjub denger suara gw sama Ani (kembaran gw) yang bahkan kata mereka sama. Walaupun kalo adik-adik dan orang tua gw sih tau biarpun kadang salah. Bingung sih sebenernya umur udah 22 tahun tapi tetep aja masih suka ditanya-tanya tentang kekembaran gw sama orang di angkutan umum, dimana-mana dll. Padahal kalo gw liat sih muka gw sama dia kan beda, beda banget malahan, jelas cantikan gw. Sebelumnya gw pernah nulis sih tentang rasanya anak kembar juga, nih liat aja. Suka pada nanya gimana rasanya jadi orang kembar, nih gw ceritain deh:

1. Selalu mendapat pertanyaan template.
Kata temen gw yang kembar juga sih, yang nanya baru sekali yang ditanya udah ribuan kali. Bosan, malas, dan lelah aqu. Lagi ngobrol atau baru kenalan bahkan gak kenal tiba-tiba disamber pertanyaan, diantara lain:
"wah beda berapa menit?" 2 menit
"bedanya apa?" ya mana gw tau kan bagi gw sih beda, gatau menurut lu apa
"yang kakak yang mana?" ini yang lahir duluan (nunjuk diri sendiri)
"loh harusnya yang kakak yang lahir kedua dong kan dia yang mendorong si yang pertama duluan, kita sih orang jawa begitu" ye kok lu yang ngotot sih, gw yang kembar bukan lu, di akte kelahiran juga gw anak pertama, lagian gw bukan orang jawa. auk ah emosi
"kalo punya pacar ketuker ga tuh" sorry gw sih gak pacaran, kan kata ustadz haram *ciyegitu
"Namanya siapa?" ian sama ani
"Loh kok bukan ani dan ina?" Lah mana gw tau yang ngasih nama kan orang tua gw, ina mah nama adik sayah

Terus... buat ngehindarin ditanya pertanyaan membosankan dan sebenernya gaada manfaatnya juga, gw pun suka menyiasati dengan trik...

2. Jangan duduk di angkot sebelahan, mending berhadapan aja untuk menghindari orang kepo.
Biasanya sih, kalo di angkot duduk sebelahan, orang di kursi hadapan kita yang sedang bosan di perjalanan akan melihat kemiripan dan mulai mencari lima perbedaan yang ada pada wajah si kembar. Lalu biasanya mereka akan mulai menanyakan lagi pertanyaan-pertanyaan template tersebut.
 
3. Orang sering menganggap udah "mahir" membedakan padahal sih gw suka nyaut aja kalo dipanggil "Ani"
Karena keseringan dan males kalo segala harus "klarifikasi", gw dan Ani suka nyaut aja kalo orang salah manggil nama, ya daripada lama. Tapi kemudian orang-orang tersebut menganggap dirinya benar. Padahal sebenernya kalo gw dipanggil "Ani", males banget kalo gw selalu harus bilang "Ini ian bukan ani" capek ah mending langsung jawab aja Haha.
Pernah nih gw masih inget kejadiannya, pas kelas 2 SMA dulu gw baru pertama berhijab dan kerudung yang gw punya sedikit, beda sama si Ani yang udah pake kerudung sejak lama dan kerudung dia buat sekolah jauh lebih banyak daripada gw. Sewaktu-waktu kerudung gw abis dicuci semua dan gw bingung pake kerudung apa ke sekolah. (Coba aja ya pas jaman gw sma dulu ada kerudung anti tembem kayak sekarang, mungkin foto gw jaman SMA gak sememalukan sekarang. wkwkwk). 
Okay lanjut, pas gw bingung pake kerudung apa akhirnya gw pakai kerudung Ani. Baru jalan di koridor sekolah mau masuk pintu kelas pun orang-orang udah salah nyapa gw jadi "Ani" dan gw langsung bilang "ini Ian bukan Ani" dan semua pun langsung heboh -_-.
Dan gw kzlll zblll kalo gw dijulukin upin-ipin, kembar-kembir or whatever.

4. Dikira satu orang
Pernah nih ya gw main ke kosan Ani pas di Bandung. Gw kira temen-temen kosannya pada tau aja kan kalo dia kembar, taunya ternyata belum pada tau. Keluarlah gw dari kamar si ani buat ke kamar mandi. Lalu ada temannya yang nyapa, "eh Ani, potong rambut ya sekarang", gw pun jawab, "ini bukan Ani, ini kembarannya Ani namanya Ian". Gw mikirnya kan dia udah tau aja, ternyata karena si Ani sifatnya suka bercanda dia pun menyangka kalo Ani emang potong rambut dan gaya-gayaan bilang punya kembaran, dan dia bilang, (namanya Vira) "Oh, ini juga kembarannya Vira, namanya Viro". Sekitar beberapa waktu kemudian, Vira pun hendak meminjam sesuatu ke kamar Ani dan super kaget pas liat ternyata Ani emang kembar. LOL

Pas wisuda, si Ani cerita dia beberapa kali dikasih bunga dan dia sampe ngomong "ini bukan Ian" ke orang-orang katanya. Gw wisuda duluan sih bulan September, sedangkan dia Oktober. Berbekal pengalaman tersebut, saat arak-arakan wisuda di ITB gw menghindari memakai baju kebaya biar orang lain gak salah mengira. Ya awalnya sih pas gw ikut barisan sih fine-fine aja ya kan si Ani juga sebelah gw pake toga jadi apalah gw kan bukan wisudawati. Saat arak-arakan sudah sampai ujung, gw pun lelah dan memutuskan keluar dari barisan. Lalu... tiba-tiba gw dipeluk dan cipika-cipiki. Wkwkwkwk.

Ada lagi cerita sales di Toko orang tua baru aja kemaren bilang "kok saya ga pernah ketemu kembarannya sih selama saya jadi sales di toko ini", gw pun jawab, "yaeyalah emang Bapak nyadar  pas kembaran saya yang jadi kasir, kan Bapak liatnya sama aja kale mukanya".

Terus ada lagi cerita pas gw masih kecil, gw juga lupa berapa umur gw disitu. Ceritany gw sekeluarga lagi makan di KFC, lalu si Ani duluan minta tutup gelas pepsi ke kasir, dapetlah dia. Setelah Ani ke kasir, gw pun ke kasir lagi buat minta tutup juga, eh ternyata gak dikasih karena kata kasirnya "Loh gimana sih kan tadi udah, masa minta lagi", gw jawab "masa sih mbak, belum ah". Gw pun bete dan ngajak Ani ke kasir juga biar kasirnya tau kalo gw kembar. Lalu kasirnya kaget sampe melotot liat ada dua x)).

Apalagi ya? Sebenernya banyak sih, tapi yang gw inget sekarang itu aja, dan gw seneng tertakdirkan jadi anak kembar identik, kayak pemberian dari Tuhan aja sih dari sekian banyak orang yang terlahir di dunia sendiri, gw jadi anak kembar. Yang bikin bosennya cuma pertanyaan template aja. Hahaha

Selasa, 06 September 2016

Sharing tentang Beriklan di Instagram

Well, pengen nulis post ini karena... selama ini gw mencoba  googling tapi gak ketemu, jadi ya gw mencoba nulis hasil pengalaman gw aja, no? Sebenernya bisnis online itu gak cuma tentang iklan atau sekedar berjualan, tapi rangkaian dari hulu ke hilir, mulai dari produksi sampai barang sampai ke konsumen. Apa karena gw bukan reseller ya tapi produksi sendiri? Ah yang jelas lumayan menguras waktu dan gak bisa double-job. Gw gak berniat bahas yang lain, yang gw akan bahas adalah marketingnya aja. Kalo tentang berjualan, gw pernah nulis sih di post ini

Gw mulai serius menekuni bisnis online ini 1,5 bulan terakhir. Tapi account ini udah ada dari sekitar tahun 2014, cuma ya sebelumnya setengah hati aja ngejalaninnya. Produk yang gw jual adalah berupa dress dan rok, sebagai pemula tentu gw masih banyaaaaak yang perlu dibenahi. Dan followers @bytwin.ian juga sebenernya masih terhitung sedikit, sampai post ini ditulis ada sekitar 2.800. Gak bener-bener tahu karena belum sampai ke titik followers 5.000, tapi berdasarkan hasil sharing dengan teman gw yang sering gw tanya-tanya pengalamannya bisnis online lebih dulu dari gw, kalo followers udah sampai lima ribu jualannya lebih lancar. Kenapa gw sharing? ya semoga aja bermanfaat dan senang bisa sharing.

Dari sekian banyak pengalaman, jualan di instagram ini kuncinya adalah pada foto, dan page yang selalu ada viewers, tapi untuk mendapat pelanggan tetap, ya kuncinya sama aja kayak jualan di toko offline biasa, kualitas dan apa yang dibutuhkan konsumen harus tetap ada di produk itu. 

Pertama-tama, harus tau dulu teknik-teknik pemasaran di instagram. Kalau yang advanced sih ada instagram ads, pernah dikasihtau sama teman caranya gimana, tapi belum sempat aja buat prakteknya, selain itu juga stok dari penjualanku belum sebesar itu buat iklan disini. Setelah instagram ads, teknik promosi di instagram ada paid-promote, endorse, paid keroyok, paid keroyok target, post terus dengan hashtags banyak (bisa dengan membuat akun promosi hashtag), sfs (shout for shout, yang sering dianggap spam-for-spam), spamming, fff (follow-for-follow), lfl (like-for-like). Atau juga teknik menggembok instagram biar banyak followers dan bisa memberikan giveaway, atau spamlike biar tetap ramai.

Sebenarnya, cara tercepat buat dapat followers itu yang gratis pula adalah dengan fff, tapi fff ini engagement dengan followersnya rendah, para followers tersebut follow bukan karena dia betul-betul ingin dengan produk yang ada dalam akun onlineshop tersebut. Dan lagi, dengan cara fff ini angka following terlihat terlalu banyak dan tidak terlalu "elegan" dilihatnya.

Sejauh ini, yang mendatangkan konsumen secara efektif adalah paid promote. Gw belum pernah endorse yang benar-benar efektif, tapi alhamdulillah fotonya bagus deh jadi ya gak rugi juga mengendorse. Ya mungkin karena influencer untuk endorse yang gw pilih bukan yang benar-benar punya "fans", karena banyak juga yang punya followers puluhan bahkan ratusan ribu tapi sebenarnya selebgram tersebut engagementnya rendah terhadap followersnya.

Selama gw paid promote berkali-kali, tentu ada saatnya gw gagal dan ada saatnya gw berhasil dan promosi tersebut mendatangkan ratusan followers dan banyak pembeli, bahkan pelanggan (alias pembeli yang repeat order). Berdasarkan pengamatan gw, kalau mau efektif, ini caranya:

1. Foto yang bagus dan jernih.
Selain bagus dan jernih, fotonya pun harus fokus pada SATU PRODUK SAJA. Mungkin sebelumnya kita ingin kalau promosinya lebih menghasilkan banyak "celuk" pasar, misalnya pembeli peminat rok sekaligus dengan dress, tetapi hasilnya, jika kita ingin menampilkan terlalu banyak, hasilnya adalah konsumen yang sedang scroll home timeline instagramnya malah tidak memperhatikan produk yang ditawarkan. Secara psikologis, kita pribadi melihat instagram hanya scroll dan melihat hanya sekian detik, kan? Atau kecuali foto yang mengesankan dan menarik, maka... untuk memperpanjang detik orang melihat foto kita pada timeline yang sekedar lewat, tampilkanlah kualitas foto yang baik.

2. Jam dan tanggal tayang
Secara umum, orang lebih sering membuka instagramnya pada saat malam, jam makan siang, setelah bangun tidur (mungkin), atau sebelum tidur, kan. Nah, sisi inilah yang juga diperhatikan, akan ada berapa banyak viewers dan akan menjadi followers bahkan berubah menjadi pembeli yang datang? Tanggal pun diperhatikan, selama gw berjualan, pada tanggal gajian, lebih banyak orang yang tertarik untuk berbelanja dan memenuhi koleksi lemarinya. 

3. Caption yang menarik
Dari buku yang gw baca dan akhirnya gw sadari, orang membeli suatu produk sebenarnya hakikatnya adalah MANFAAT yang ia dapatkan di produk tersebut. Misalnya, banyak perempuan yang ingin dress yang dapat digunakan untuk menyusui, dress yang tidak menerawang, rok yang harga terjangkau tapi tetap menarik, dan hal-hal lain yang ingin dimiliki oleh orang tersebut. Inilah mengapa menggunakan model yang visually-attractive mempengaruhi penjualan secara signifikan. Karena para pembeli merasa bahwa jika ia memakai baju itu, maka ia dapat terlihat seperti model yang memakai.
 
4. Memilih page yang kualitas followersnya baik
Ada yang murah fee beriklannya, tapi kualitas followersnya tidak sebagus kualitas followers yang lain. Ya pintar-pintar pilih page yang bagus aja sih, apa karakteristiknya sesuai dengan target pasar yang kita inginkan.

Apalagi, ya? Mungkin ini dulu yang bisa gw share. Semoga bermanfaat!

Rabu, 24 Agustus 2016

things will come in the right timing

Bismillah, walau tulisan ini bukan tulisan yang bakal bener-bener gamblang, tapi di tulisan ini gw mau cerita. Sudah 2 bulan lebih waktu yang membuat hidup gw berantakan, terhempas, dan terombang-ambing terlewati. Bukan bermaksud membohongi diri sendiri, tapi setelah kegagalan bertubi-tubi yang gw hadapi, gw sudah move-on, sudah pasrah dengan takdir, sudah menerima kenyataan, dan sudah berusaha mengikhlaskan ( gw bilang berusaha karena gw sendiri belum yakin gw udah ikhlas atau belum.
Oke to the point aja, gw pengen banget lanjutin kuliah jenjang master di luar negeri. Di suatu negara empat musim. Di suatu negara yang bisa mendewasakan gw. Gw udah usaha semaksimal yang gw bisa, dan berdoa ke Tuhan meminta ridhaNya ternyata memang takdir belum sampai ke gw. Pertama ditolak, ouch sakit, perih, pedih. Kedua ditolak, yaampun luka yang belum kering itu kayak disiram air jeruk asam, sakit banget rasanya. Seperti kehilangan genggaman dunia. Seperti terjatuh dari roller coaster. Seperti terhempas dari langit. Gw mengurung diri dan menutup rapat diri gw. Alhamdulillah gw jadi bertemu teman baru dan membuat gw gak merasa sendiri lagi. Dan pelan-pelan mengobati kesedihan gw.
Gw pun dipanggil wawancara lagi untuk beasiswa ketiga, dari pemerintah juga, dan walau gw ngerasa lancar-lancar aja ternyata emang kuotanya dikit banget jadi kebanyakan di grup pun ga lolos. Rasanya setelah penolakan ketiga.... gak sesakit yang kedua, yaudah aja gitu deh. Gw mengucap "Alhamdulillah" ke Allah yang mengatur semesta ini. Gw rasa mungkin ada yang salah dari diri gw. Yang awalnya gw ngerasa kalo gw adalah "produk gagal", gw berusaha memperbaiki diri gw. Gw menyadari kalo hasrat terpendam dalam diri gw ini bukanlah di bidang itu lagi, gw pengen jadi pebisnis. Dan cita-cita itu selalu ada dalam diri gw dari sebelum gw kuliah malah.
Akhirnya gw pun seriusin lagi bisnis dress dan rok yang selama ini gw tekunin. Sekalian promosi deh, cek instagram.com/bytwin.ian yuk sis hahaha. Ya mungkin selama ini gw "maksa" kepengen S2 ke LN, saking maksanya, gw nulis tujuan gw itu jadi dosen, yang diiringi perasaan, "yakin nih yan mau jadi dosen" gitu. Walau gw mah apa atuh, belum jadi apa-apa sekarang, tapi nature semangat gw ada di dunia bisnis. Bismillah. Arah pendidikan lanjut gw kelak juga pengennya ya di dunia bisnis ini. Allahumma yassir walaatuasir.
Alhamdulillah, kalimat ini gw ucapkan terus. Kalau gw gak diberi kegagalan, mungkin gw belum sampai ke titik sadar. Alhamdulillah, kalo gak diberi kegagalan, bisa jadi gw masih mengharap pada angan-angan kosong.
Dan tiba-tiba kesempatan demi kesempatan pun datang lagi, gw berpegang teguh pada pendirian gw, bismillah... gw ingin serius di bisnis ini. Lumayan menyita waktu, dan membuat gw gak bisa males-malesan lagi. Alhamdulillah, walau gw belum sukses, gw akan berusaha yang terbaik.
Dan naluri ingin mengejar S2 pun datang lagi disaat gw rehat dari segala kegiatan scholarship hunting, melihat sebagian teman-teman sudah menghirup udara negara empat musim. Tuhan, jika bukan sekarang, ijinkan aku mendapatkan itu semua disaat yang tepat.

Minggu, 07 Agustus 2016

Makanan Palembang Bukan Cuma Pempek


Sebagai bocah keturunan Palembang (ayah dari Sekayu dan ibu dari Palembang Kota), jadi ya bisa dibilang gw pure-blood Palembang (cie gitu). Walaupun gak pernah tinggal disana dan dari lahir tinggal di Bogor sampe sekarang, gw dari kecil sering sudah sangat familiar dengan makanan, bahasa, maupun karakteristik orang Palembang. 

1.   Pempek
Gak usah banyak penjelasan lagi lah ya, pasti semua orang tau sama pempek. Gw sih kalo makan ini biasanya kalap yah. Dan gak akan bosen-bosen makan pempek. Sebenernya sebagian besar dari masakan Palembang itu adonannya gitu-gitu aja sih sebenernya, ikan tenggiri (kebanyakan sih pake tenggiri ya)/ gabus/ belida, dicampur sagu, air dan garam (atau MSG bagi sebagian orang). Kalo jadi pempek ya direbus, terus digoreng biasa. Kalo jadi tekwan/kemplang/model dll ya adonannya juga gitu sih tapi cara memperlakukannya aja yang beda. Gw lebih prefer makan pempek buatan rumah gw sendiri atau oleh-oleh dari Palembangnya sih, abisnya kalo beli di daerah sini rasanya aneh, rasanya gak kayak tenggiri, dan cukanya gak pedas.
sumber: dok Ani
Dan gw sekarang udah lumayan mahir lho bikin pempek hahaha, palingan agak fail bentuknya pas bikin yang kapal selam. Semakin sering bikin semakin mahir lah ya. Dari mulai pempek lenjer, kapal selem, panggang, adaan (pake bawang bombay), dan yang bentuknya keriting itu (gw gak tau namanya apa for sure) gw sih suka semua. Atau biasanya sih dicampur sama mie rebus dan timun terus disiram cuka (kuah pempek yang disebut cuko sama orang-orang tapi gw lebih suka bilangnya cuka aja), tapi kalo Ayah gw sih lebih suka makan pempek doang katanya, bagi dia kalo dicampur sama mie gitu jadi kurang pempeknya dan kayak kehabisan pempek aja. Cape de -_-

2.      Tekwan
Yang ini juga banyak orang-orang pada tau lah. Disebut Ibu sih butiran-butiran itu sih “pentil” tekwan (kok gw geli ya nulis ini, apa sih wkwk). Ya sejenis basonya orang Palembang lah ya, dengan kuah gurih, berminyak, dan pake daun bawang ditambah jamur juga. Biasanya sih kalo mau pedes ditambah irisan cabe rawit atau malah gw suka makan itu dicampur nasi biar sekalian kenyang buat sarapan/ makan siang/ makan malam.
sumber: Wikipedia
 3.      Kemplang
Kemplang ini juga pada tau lah ya, sepemahaman gw (atau gw salah paham?), kemplang ini singkatan dari “Kerupuk Palembang”. Kemplang ada yang asalnya digoreng dan ada yang dipanggang/ diasap. Biasanya ini dimakan buat peneman makan berat atau sambil dicelupin di kuah rebusan mie instan. 
 
sumber: Wikipedia
4.      Model
Model ini sebenernya sejenis sama tekwan, tapi bentuknya lebih besar dan isinya tahu, biasanya sih setahu gw digoreng dulu terus nanti direbus deh dengan kuah yang sejenis tekwan gitu, bedanya biasanya sih gak pake jamur ya. Model ini lumrah disajikan dengan bihun atau so-un. Sama kayak tekwan, gw suka juga makan ini dicampur nasi biar sekaligus kenyang buat makan berat. Haha
 
sumber: dok Ani

5.   Pistel (Kates)
Pistel ini disebut juga “Pempek Dos”, ya maksudnya pempek jadi-jadian aja gitu. Adonannya kayak cireng, tapi biasanya sih kalo cireng kan banyakan sagu makanya lebih elastis melar-melar, tapi kalo pistel ini banyak pake terigu lebih lembut. Dan biasanya sebagian pistel dipakein teri yang ditumbuk-tumbuk di adonannya, dan isinya dipakein pepaya muda (kates) yang diiris-iris tipis gitu. Namanya wong kito galo, biasanya makan beginian dipakein cuka ya. Apapun malahan kayaknya biar lemak (re: artinya enak) pake cuka deh.
sumber: http://www.justtryandtaste.com/2011/06/pempek-pistel-pempek-isi-tumis-pepaya.html
 6.      Tempoyak
Tempoyak ini bumbu kuah masakan yang berasal dari durian yang difermentasi. Gw suka tempoyak! Biasanya sih pake cabe rawit dan kacang panjang rebus ya kalo Ibu sih bikinnya. Walau gw suka ogah ribet kepedesan kalo pake cabe rawit, jadi gw sering pakein sambal terasi yang ada aja. Tempoyak ini sih seringnya disuguhkan dengan ikan patin, atau udang. Tapi bagi sebagian orang mungkin aja ini tempoyak dicampur ama telor, daging, cumi, tempe, tahu, dsb ya pokonya suka-suka lo ajah.
sumber: http://abcresep.blogspot.co.id/2015/04/sambal-udang-tempoyak.html


7.     Masuba
Kue ini sih biasanya ada pas Lebaran ya. Ini tuh kue basah yang bikinnya berlapis-lapis dan pelan-pelan. Adonannya sih dari telor, gula, dan margarin yang dikocok gitu. Jadinya enak! Ya walau sekali makan jangan kebanyakan ya ntar giung (terlalu manis) jadi eneg lagi wkwk.
sumber: dok Ani

8.      Srikaya
Srikaya ini apa yah, kue basah manis (disuguhin dingin dari kulkas biasanya), gw sebenernya kurang paham gimana masaknya, karena gw lebih suka makannya LOL. Bisa juga pake duren sih ini kayaknya, yah ntah lah gw kurang paham ya. Tapi gw suka! Warnanya ijo dan biasanya ditempatin di mangkok plastik kecil disuguhinnya. Nyam!
sumber: dokumen pribadi
9.      Kue 8 jam
Ini sih kue basah aja ya, nenek gw bilang namanya kue lapan jam, karena biasanya dibikinnya selama 8 jam. Personally gw biasa aja sama kue ini, gak terlalu spesial sih rasanya menurut gw. I prefer masuba or srikaya than this cake.
sumber: http://reseponline.info/resep-kue-8-jam-khas-palembang-yang-manis-nan-legit/
10.  Lempok
Lempok ini sih nama lain dari dodol duren ya. Dulu pas gw bocah gw ogah makan ni lempok, namanya aja aneh. Tapi sebenernya enak kok. Paduan dodol dan duren yang meleleh di mulut (elah lebay wkwk). Nyam!
sumber: http://www.indonesiakaya.com/kanal/foto-detail/lempok-cara-lain-menikmati-durian

11.  Ikan Salai
Ikan salai ini tuh ikan yang diasap jadinya kempes. Biasanya pakai kuahnya makan ini. Jaman dulu pas bocah gw gak suka, tapi sekarang ya mayan suka kok. Kuahnya gurih, mirip pindang versi ada cita rasa smokey (ya kan diasapin maksudnya).
sumber: http://palembang.tribunnews.com/2015/05/21/pindang-salai-baung-khas-sekayu-aroma-dan-rasanya-sadiiis

12.  Pindang
Pindang ini kayaknya banyak orang juga tau sih ya, kalo ibu di rumah lumayan sering masak pindang daging, walau jaman dulu sering juga dia masak pindang patin atau ikan mujair gitu. Enak! Gw suka makan ini, dan kuahnya terasa segar.
sumber: http://lostpacker.com/pindang-patin-meranjat-bu-ucha-palembang/

13.  Rusip
Rusip ini sih jujur gw gak suka sih jadi jarang (apa hampir gak pernah ya) makan ini. Rusip tuh asalnya dari ikan teri yang difermentasi gitu, dipakein bumbu kuning atau apa gitu deh gw ga pula paham biasanya kalo di dapur lagi masak itu gw jadi bersin-bersin dah. 
 
sumber:http://asliresepindonesia.blogspot.co.id/2013/09/resep-ikan-rusip.html

14.  Godo-godo
Godo-godo ini sebenernya nama lain dari gorengan yang dipakein udang kering gitu, bedanya sih dimakannya pake cuka. Gw sih biasa aja sam agodo-godo ini. Gak bener-bener suka atau gak suka, biasanya sih gw makan ini buat cemilan dan lebih demen karena cukanya. Jangan ngaku wong kito galo kalo gak hirup/minum cuka pas sambil makan eaa.
sumber: http://allaboutpalembang.blogspot.co.id/2008/10/aneka-pempek.html

15.  Martabak Tambi
Well gw sebenernya kurang paham ini martabak namanya apa, kata Ibu sih disebut martabak tambi (cmiiw). Pokoknya sih Ibu biasanya di rumah masak martabak yang pake kulit lumpia (kebanyakan sih pake kulit beneran bukan kulit lumpia, cuma Ibu pengennya cepet dan praktis), isinya dari kentang dipotong jadi kotak-kotak dadu kecil, daun bawang, dan  telor, plus bisa juga ditambah daging-daging kecil Gw biasanya sih makannya pake cuka, tapi kata nenek sih biasanya orang makan itu pake sambal kecap ya. Sambal kecap itu, paduan antara irisan bawang dan cabe rawit yang dipakein kecap (kalo gw sih biasanya kadang makan ini buat ikan goreng). Ya pokoknya enak!
sumber: http://allaboutpalembang.blogspot.co.id/2008/10/aneka-pempek.html

16.  Laksan
Well Ibu jarang dan hampir gak pernah masak ini lagi sih sekarang, padahal jaman gw bocah dulu gw sering makan ini lho. Intinya sejenis aja sih laksan ini, adonan sagu-ikan (sama kayak adonan pempek) yang diiris bulet-bulet kecil yang berkuah santan dicampur cabe gitu jadi warnanya merah. Gw suka sih, tapi sayang Ibu jarang malahan hampir gak pernah masak ini lagi.
sumber: Wikipedia

17. Burgo dan Celimpungan
Sebenernya gw baru tau yang namanya burgo dan celimpungan pas gw ke Palembang tahun 2010 sih, karena gw gak familiar sama makanan ini. Burgo ini dulu pas gw makan barengan sama celimpungan dicampur kuang kuning santan gitu. Berdasar pengalaman gw sih burgo ini gak pake ikan ya adonannya, kalo celimpungan ada ikannya. Gw sih biasa aja sama burgo dan celimpungan ini, gak bener-bener suka ataupun gak suka.
Celimpungan. sumber: Wikipedia
Burgo. sumber: http://carabuatresep.blogspot.co.id/2015/08/cara-membuat-burgo-dan-lakso-palembang.html

18.  Malbi
Malbi sebenernya menurut gw sejenis semur daging, bisa daging kambing atau sapi, bedanya sama semur lebih kering kali ya, dan malbi biasanya buat lebaran, walau kadang ya pake rendang aja sih buat di rumah, bukan malbi.
sumber: Wikipedia

19.  Ragit
Ragit ini roti jala Palembang yang dipakaikan kuah kari. Gw jarang makan ini sebenernya, tapi enak kok pokonya, ya tergantung aja yang masaknya siapa, pas atau gak bumbunya. Nyam!
 
sumber: http://resepmemasaktradisional.blogspot.co.id/2015/08/cara-membuat-ragit-khas-palembang.html


20. Model Gendum
Model gendum ini model tapi di kuahnya ada kentang dan daging yang diiris-iris jadi kecil dan sebagai pengganti adonan ikan berlapis tahu yang di model beneran, model gendum ini pake gorengan kayak godo-godo gitu. (sesuai namanya, gendum yang berarti terigu).
 
sumber: https://wisatapalembangblog.wordpress.com/2016/04/16/cara-membuat-model-gendum/



Udah deh segini aja, mungkin akan gw tambah kalo tiba-tiba gw mikir ada yang kurang. Tapi sejauh ini ya segini aja. Ada yang mau nambahin atau ngoreksi pengetahuan gw yang mungkin terbatas ini? Komen aja ya :D

Sabtu, 16 Juli 2016

mimpi

Aku ingin memelukmu sedalam-dalamnya.
Menyimpanmu dalam hati yang terdalam.
Membawamu dalam doa dan sujudku.
Menyimpanmu menjadi bagian hidupku saat ini.
Menangisimu karena dalamnya asaku.

Mengejarmu membuatku lelah.
Membuatku mengeras layaknya batu.
Menghantam rapuhnya jiwa ini.
Membuatku harus kuat karena tidak ada pilihan lain.
Membuatku marah pada takdir.
Membiarkan aku putus asa pada kesementaraan.
Meyakinkan diri bahwa ternyata aku mampu untuk bersandiwara.
Mengharuskan diriku membunuh keraguan setiap rasa itu hadir.

Yang terpenting,
membuatku yakin bahwa kau sedang menungguku untuk datang,
mungkin bukan sekarang,
namun aku yakin kau pasti datang.

Kamis, 14 Juli 2016

random

Sebenernya gw tipe orang yang lebih rajin nulis saat gw sedih, galau, atau malah marah. Kalo pas lagi seneng malah jarang nulis karena saking kesenengan. Soalnya nulis itu salah satu stress-reliever sih. Atau mungkin yaa jadi kebiasaan tanpa sadar karena dulu dari jaman bocah sampe sekolah (bahkan kuliah) kalo sakit hati dan kesel sama sesuatu atau seseorang, gw biasanya nulis-nulis di diary sambil bercucuran air mata. cheesy ya x)))

Setelah lulus kuliah gw mendapat beberapa pelajaran penting tentang hidup. Oke, sekilas ceritanya.. gw dinyatakan lulus dari IPB tanggal 6 Mei 2015. Setelah gw urus pun gw dapat jatah wisuda di bulan September, tepatnya tanggal 9 September 2015. Masa-masa itu sampe sekarang bikin gw terhempas sana-sini. Yang lumayan malesin adalah pertanyaan orang, "Yan udah kerja dimana?". Terus terang gw gak nyaman banget sama pertanyaan ini.

Yaudah buat yang kepo sekarang gw kasih tau deh, gw sempet kerja bulan Desember 2015 di institusi jaminan kesehatan milik negara (tau kan) secara kontrak. Iya. Cuma 1 bulan. Dan lembur gw ga dibayar, males urus-urus ke HRDnya yang rese, bikin cape hati aja. Yaudahlah lupain aja hahaha. "Kenapa ga lanjut yan?" Karena emang kontraknya cuma 1 bulan dan terlebih lagi gw ga bisa gerak kerja disitu dan terus terang tipe pekerjaannya kurang cocok sama gw. Hehehe. Abis itu selama 7 bulan dari Januari-Juli ini yaa gw 'setengah pengangguran' kali ya. Gw sering disuruh anter barang, jaga kasir, suruh urus giro di bank (ini bisnis orang tua ya alias toko), jualan olshop, dll dan pokonya dibayar.

Yeah I know gw ini bisa dibilang banyak maunya sampe setelah lulus gw ada idle-time untuk menentukan arah tujuan hidup gw. Gw ga seperti anak-anak visioner yang udah tau tujuannya mau apa (My MBTI type is ESTP btw, walau pas gw tes lagi kadang berubah jadi ENTP). Atau bisa dibilang ini gw bukan tipe orang yang "beruntung". Gw menganggap diri gw ini harus ngasih usaha lebih dibanding orang-orang kalo mau dapet sesuatu. Misalkan, langsung beruntung dapet kerja saat pertama daftar, langsung dapet beasiswa pertama kali daftar, langsung ketemu jodohnya abis lulus, dan blablabla lain.

Gw lelah sih sejujurnya. Yang dikuras itu bukan fisik sebenernya, tapi cape hati mikir, "kok hidup gw gini-gini aja, ya". Dan dari segala "pengalaman" yang gw kumpulin gw belajar banyak, diantaranya yang gw inget...

1. Ngontrol hati itu teorinya gampang, prakteknya susah.
Serius ini bukan denial dari diri gw yaa. Tapi sekarang gw jadi ngerti kenapa orang tua, atau senior, atau teman, atau siapapun yang berusaha ngasih tau gw tentang pengalamannya biar gw bisa lebih siap mengahadapi sesuatu itu terasa kurang "menancap" di hati kalo gak ngalamin sendiri. Urusan hati itu gak bisa diburu-buru, yang tau isi hati sendiri cuma diri sendiri dan Tuhan. Jadi ya, jangan buru-buru, nanti malah merusak prosesnya.

2. Berdamai dengan memaafkan diri sendiri
Pernah ga menghakimi diri sendiri atas kesalahan-kesalahan lalu? Rasanya sesak banget dan gak enak. Ngerasa bersalah ke diri sendiri, dan juga malu. Pelan-pelan deh akhirnya bisa move-on dan maafin diri sendiri

3. Sabar menunggu
Kalo yang ini sih kayak lagi nunggu pengumuman gitu ya. Ntahlah, gw itu sering gak sabaran dan suka pengen buru-buru tau. Misalkan, jadi buang-buang waktu kepoin web IELTS karena ketakutan skornya jelek. Dulu gw penasaran sama nilai UAS gw. Sebelumnya gelisah nungguin pengumuman snmptn undangan (dan banyak lagi ntar ga cukup kalo gw tulis semua). Dan rasanya ga enak banget, gelisah dan ga plong. Jadi sepertinya kalo soal ini gw harus belajar banyaaakkkk terus biar ga gampang gelisah ya dan sabar nunggu ya. Because it feels like killing me.

4. Sabar dengan segala peer pressure
Yang ini gw capek sih kalo kayak seakan-akan dituntut harus kerja kantoran biar terlihat ga nganggur, harus cepet-cepet nikah lah kata nenek gw, atau insecure liat kehidupan temen-temen di Path. Udah beberapa minggu nih gw uninstall path karena lelah aja liatnya haha. Banyak banget pamer ini itu. Dan gw juga gamau terjebak dengan ikut-ikutan pamer. Awalnya gw pengen install ulang tapi lama-lama terbiasa jadi enak aja ga ribet pake check in sana sini. Dan bahkan kalo di instagram gw seringnya cuma log in olshop aja soalnya kalo yang pribadi bikin kepo aja ya kerjaannya atau ngejar likes. wk wk

5. Ikhlas dengan takdir
Gak semua yang gw pengen bisa cepet-cepet terwujud. Disini keyakinan dan keimanan gw banyak diuji. Yakin bahwa rencana Tuhan kelak bakal indah. Jauh lebih indah dari apa yang kita cita-citakan sebelumnya. Yaudah, pokoknya balik lagi ke poin 3, sabar. Kadang ada momen dimana gw mikir, "yaAllah dari segala case yang jarang itu, kenapa aku yaAllah yang kau takdirkan seperti itu". Atau gw mikir kalo gw doa, Tuhan gak serta merta mengabulkan apa yang gw inginkan, tapi Tuhan memberikan apa yang gw butuhkan. Dan gw sempet gak suka dengan kata-kata doa "yang terbaik" (Astagfirullah), padahal yaAllah siapalah gw, hanya manusia, yang lebih tau urusan gw kan Allah.

6. Bangkit dari kegagalan
Terdengar klise ya, tapi inilah skill yang gw butuh untuk jadi batu karang yang kuat diterpa ombak (cie gitu). Ya pokonya gw harus terlatih menjadi cadas hahaha.

7. Kemampuan buat diam tentang urusan pribadi
Secara gw ekstrovert ya dan gw suka kesel sama orang kepo banget ngorek-ngorek cerita ke gw. Ga ngerti banget gitu kalo gw ga cerita karena ga nyaman. Kalo gw mau ngomong juga gw bakal cerita tanpa dipaksa-paksa.

Dan dari itu semua, yang terpenting adalah gw harus berdamai dengan masa lalu. Karena masa depan masih panjang untuk gw. Bismillah.