Jumat, 24 Juni 2016

Review My Daughter Seo Young


Udah lamaaa banget pengen nulis review drama korea ini di blog. Walaupun drama 50 episodes ini release tahun 2012, yang berarti 4 tahun lalu, tapi gw pribadi nonton ini pas jaman-jaman skripsi (2015) dan rasanya ngena banget nontonnya. Gw ini termasuk picky dalam nonton drama korea, film, dan sejenisnya. Misalnya, cerita pertama harus menarik dan minimal visual yang diberikan bikin gw betah liatnya, atau plot yang diberikan jelas (bukan asal kejut tapi gak ada plot kayak drama terbaru itu tuh yang bikin Song Joong Ki terkenal). Hahaha.

Nonton film My Daughter Seo Young ini setelah nonton drama Lee Bo Young yang lain, "I Hear Your Voice (2013)". Karakternya beda banget yang diperanin dia di IHYV dan MDSY. Suka banget deh sama kualitas akting istri Jisung ini, bagus bangeeet. Sampe terbawa sama pendalaman perannya. Nih, poster drama My Daughter Seo Young..


Oke, gw jabarkan sinopsisnya berdasarkan apa yang gw tonton (buat yang belum nonton dan berminat untuk nonton, maaf ya kalo agak spoiler). Jadi ceritanya, Seo Young ini terlahir dari keluarga yang tadinya normal aja, tapi tau-tau ada krisis moneter IMF yang membuat ayahnya di-PHK saat dia dan saudara kembar laki-lakinya, Sang Woo, masih SMA kelas 2. Seo Young dan adik kembarnya sama-sama punya cita-cita jadi dokter, tapi mereka diremehkan oleh guru sekolah bahwa gak pantas orang miskin mau masuk kedokteran yang biaya kuliahnya tinggi. Seo Young yang setiap ujian selalu mendapat peringkat satu di sekolah pun kesal dan semakin ingin membuktikan bahwa ia dan adiknya mampu walau miskin.

Lanjut, Seo Young akhirnya memutuskan buat DO sekolah dan ngumpulin uang selama 1 tahun penuh jadi tukang delivery dan diam-diam naro berkas Sang Woo ke jurusan kedokteran. Uang hasil kerja kerasnya pun dipakai Sang Woo kuliah. Sementara dia mengalah, memilih melanjutkan sekolahnya di jurusan hukum biar jadi pengacara karena cepat kaya dan sekolahnya lebih cepat lulus menurut dia. Saat masa-masa sulit itu, ayahnya pun gemar judi dan gak sukses-sukses ikutan bisnis MLM. Itu membuat Seo Young harus nombokin utang bapaknya terus sementara dia sendiri udah kesusahan. Kekesalan dan kebencian Seo Young pada bapaknya akhirnya mencapai puncaknya saat ibunya meninggal sedangkan bapaknya main judi. Dia yang walaupun benci dan sering ngomong kasar ke bapaknya malah bayarin utang bapaknya lagi saat ibunya mati pake uang buat kuliahnya di semester akhir.


Seo Young tadinya udah mau nyerah sama mimpinya buat lulus dan jadi pengacara, tau-tau datang kakak kelasnya yang nawarin bantuan biar dia gak usah defer kuliah dengan jadi tutor anak dari keluarga kaya yang selalu bebal mau dikasih tutor apapun, tapi dikasih bayaran dua kali lipat. Long story short, kakak dari si anak tutor, Woo Jae, jatuh cinta ke Seo Young dan ngajak dia nikah. Seo Young udah terlanjur bohong bilang bahwa ayahnya udah mati, karena mikirnya toh gaakan mungkin keluarga kaya ngasih ijin anak laki-lakinya nikah sama cewek miskin kayak dia. Eh, yang ada pokoknya dengan segala bumbu drama si cowok boleh nikah sama dia dan bikin dia bingung bukan kepalang. 

Seo Young pun yang awalnya nolak karena dia udah bohong tentang bapaknya akhirnya gak kuat dan bohong ke bapaknya kalo dia sekolah ke luar negeri. Dan ternyata bapaknya jadi tamu bayaran di pernikahan Seo Young. Bapaknya walaupun sedih dan sangat terpukul tapi gak bilang ke siapa-siapa dan mutusin ngumpet biar Seo Young gatau kalo dia ngeliat perkawinan itu. Dan bapaknya selalu ngeliat keadaan anaknya dan mastiin kalo Seo Young baik-baik aja. 

Begitulah kurang lebih cerita intinya, tapi masih banyak sidestorynya yang juga menarik. Setelah nonton sampe beres, kurang lebih yang gw tangkap, secara garis besar si penulis cerita ingin memberi pesan kalau kita baru bisa merasakan apa yang orang rasakan kalo kita udah merasakan ada di posisi dia. Ada lagi cerita tentang keluarga yang suaminya tajir melintir tapi dingin dan galak ke anak-anaknya, sementara suami yang hangat dan romantis tapi hartanya gak melimpah.. sedangkan masing-masing istrinya iri satu sama lain. Yang gw suka dari drama ini, banyak nilai positif yang bisa diambilnya. Nih, gw kasih snapshot bagian-bagian adegan yang jadi favorit gw karena captionnya quote-able:

1. Saat Woo Jae ngasih nasihat ke adiknya, Seong Jae yang gagal.
 

2. Saat Seo Young ngehibur Seong Jae yang lagi sedih banget karena ngerasa bersalah kalo dia ternyata... (tonton aja deh haha)


 3. Saat ibunya Ho Jeong nasihatin dia tentang pernikahan hahaha




4. Saat Sang Woo melamar Ho Jeong walaupun gak cinta tapi ikhlas karena tau itu yang terbaik




5. Saat Ho Jeong patah hati tau kalo Sang Woo pacaran sama Migyeong. Well, Hojeong, I know how  that damn brokenheart feels.. wkwkwk



6. Saat ibunya Woo Jae takut kalo Seo Young bakal beneran jadi menantunya.





7. Saat bapaknya curhat ke Sangwoo





8. And the last :))


Sebenernya masih banyak sih kayaknya, tapi yaudah deh segitu aja dulu. Yah pokoknya gw suka banget sama drama ini, karena saat nonton gw bisa relate ceritanya. Overall, this drama is really worthed to watch. Walaupun sebenernya menurut gw bisa jadi padat ga harus 50 episode. Lee Bo Young eonni dapet Daesang (grand prize) dari drama ini :))

Tidak ada komentar:

Posting Komentar