Selasa, 06 September 2016

Sharing tentang Beriklan di Instagram

Well, pengen nulis post ini karena... selama ini gw mencoba  googling tapi gak ketemu, jadi ya gw mencoba nulis hasil pengalaman gw aja, no? Sebenernya bisnis online itu gak cuma tentang iklan atau sekedar berjualan, tapi rangkaian dari hulu ke hilir, mulai dari produksi sampai barang sampai ke konsumen. Apa karena gw bukan reseller ya tapi produksi sendiri? Ah yang jelas lumayan menguras waktu dan gak bisa double-job. Gw gak berniat bahas yang lain, yang gw akan bahas adalah marketingnya aja. Kalo tentang berjualan, gw pernah nulis sih di post ini

Gw mulai serius menekuni bisnis online ini 1,5 bulan terakhir. Tapi account ini udah ada dari sekitar tahun 2014, cuma ya sebelumnya setengah hati aja ngejalaninnya. Produk yang gw jual adalah berupa dress dan rok, sebagai pemula tentu gw masih banyaaaaak yang perlu dibenahi. Dan followers @bytwin.ian juga sebenernya masih terhitung sedikit, sampai post ini ditulis ada sekitar 2.800. Gak bener-bener tahu karena belum sampai ke titik followers 5.000, tapi berdasarkan hasil sharing dengan teman gw yang sering gw tanya-tanya pengalamannya bisnis online lebih dulu dari gw, kalo followers udah sampai lima ribu jualannya lebih lancar. Kenapa gw sharing? ya semoga aja bermanfaat dan senang bisa sharing.

Dari sekian banyak pengalaman, jualan di instagram ini kuncinya adalah pada foto, dan page yang selalu ada viewers, tapi untuk mendapat pelanggan tetap, ya kuncinya sama aja kayak jualan di toko offline biasa, kualitas dan apa yang dibutuhkan konsumen harus tetap ada di produk itu. 

Pertama-tama, harus tau dulu teknik-teknik pemasaran di instagram. Kalau yang advanced sih ada instagram ads, pernah dikasihtau sama teman caranya gimana, tapi belum sempat aja buat prakteknya, selain itu juga stok dari penjualanku belum sebesar itu buat iklan disini. Setelah instagram ads, teknik promosi di instagram ada paid-promote, endorse, paid keroyok, paid keroyok target, post terus dengan hashtags banyak (bisa dengan membuat akun promosi hashtag), sfs (shout for shout, yang sering dianggap spam-for-spam), spamming, fff (follow-for-follow), lfl (like-for-like). Atau juga teknik menggembok instagram biar banyak followers dan bisa memberikan giveaway, atau spamlike biar tetap ramai.

Sebenarnya, cara tercepat buat dapat followers itu yang gratis pula adalah dengan fff, tapi fff ini engagement dengan followersnya rendah, para followers tersebut follow bukan karena dia betul-betul ingin dengan produk yang ada dalam akun onlineshop tersebut. Dan lagi, dengan cara fff ini angka following terlihat terlalu banyak dan tidak terlalu "elegan" dilihatnya.

Sejauh ini, yang mendatangkan konsumen secara efektif adalah paid promote. Gw belum pernah endorse yang benar-benar efektif, tapi alhamdulillah fotonya bagus deh jadi ya gak rugi juga mengendorse. Ya mungkin karena influencer untuk endorse yang gw pilih bukan yang benar-benar punya "fans", karena banyak juga yang punya followers puluhan bahkan ratusan ribu tapi sebenarnya selebgram tersebut engagementnya rendah terhadap followersnya.

Selama gw paid promote berkali-kali, tentu ada saatnya gw gagal dan ada saatnya gw berhasil dan promosi tersebut mendatangkan ratusan followers dan banyak pembeli, bahkan pelanggan (alias pembeli yang repeat order). Berdasarkan pengamatan gw, kalau mau efektif, ini caranya:

1. Foto yang bagus dan jernih.
Selain bagus dan jernih, fotonya pun harus fokus pada SATU PRODUK SAJA. Mungkin sebelumnya kita ingin kalau promosinya lebih menghasilkan banyak "celuk" pasar, misalnya pembeli peminat rok sekaligus dengan dress, tetapi hasilnya, jika kita ingin menampilkan terlalu banyak, hasilnya adalah konsumen yang sedang scroll home timeline instagramnya malah tidak memperhatikan produk yang ditawarkan. Secara psikologis, kita pribadi melihat instagram hanya scroll dan melihat hanya sekian detik, kan? Atau kecuali foto yang mengesankan dan menarik, maka... untuk memperpanjang detik orang melihat foto kita pada timeline yang sekedar lewat, tampilkanlah kualitas foto yang baik.

2. Jam dan tanggal tayang
Secara umum, orang lebih sering membuka instagramnya pada saat malam, jam makan siang, setelah bangun tidur (mungkin), atau sebelum tidur, kan. Nah, sisi inilah yang juga diperhatikan, akan ada berapa banyak viewers dan akan menjadi followers bahkan berubah menjadi pembeli yang datang? Tanggal pun diperhatikan, selama gw berjualan, pada tanggal gajian, lebih banyak orang yang tertarik untuk berbelanja dan memenuhi koleksi lemarinya. 

3. Caption yang menarik
Dari buku yang gw baca dan akhirnya gw sadari, orang membeli suatu produk sebenarnya hakikatnya adalah MANFAAT yang ia dapatkan di produk tersebut. Misalnya, banyak perempuan yang ingin dress yang dapat digunakan untuk menyusui, dress yang tidak menerawang, rok yang harga terjangkau tapi tetap menarik, dan hal-hal lain yang ingin dimiliki oleh orang tersebut. Inilah mengapa menggunakan model yang visually-attractive mempengaruhi penjualan secara signifikan. Karena para pembeli merasa bahwa jika ia memakai baju itu, maka ia dapat terlihat seperti model yang memakai.
 
4. Memilih page yang kualitas followersnya baik
Ada yang murah fee beriklannya, tapi kualitas followersnya tidak sebagus kualitas followers yang lain. Ya pintar-pintar pilih page yang bagus aja sih, apa karakteristiknya sesuai dengan target pasar yang kita inginkan.

Apalagi, ya? Mungkin ini dulu yang bisa gw share. Semoga bermanfaat!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar