Selasa, 16 Mei 2017

Mengurus Visa UK (dengan profesi seller online)

Setelah sempet cari-cari temen dan drama tiket promo harganya naik semua tiba-tiba gw pun akhirnya visa gw ke Inggris akhirnya cair juga. Alhamdulillah. Dulu rasanya cuma mimpi kalo mau ke Eropa, pas rejekinya udah ada nyari temennya bingung sama siapa :(. Pas tanya temen malah dibilang "bareng suami ajaa". Yealaaah lamaan gw cari suaminya dari pada jadi ke Londonnya wkwkwkwk. Untung ada Lady yang mau juga kesana. Yeayyyy!!!

Oke langsung aja, bagi orang yang riwayat perjalanan ke LN cuma baru ke Malaysia dan Singapura masing-masing dua kali buat acara kampus, visa merupakan hal yang sangat-sangat baru buat gw. Gw tadinya udah pede aja mikir kalo prosesnya paling juga cepet cuma tinggal dateng ke kedutaan dan jadi, ternyataaa setelah nanya-nanya ke sepupu gw yang kerja di travel, aaaaaaaaa ribet banget ya.

Dokumen yang gw siapkan pun sebenernya mirip-mirip aja dengan orang yang umumnya urus visa ke UK. Berikut dokumen yang gw siapkan:
  1. Form Visa
    dari aplikasi onlinenya dan sudah ditandatangan.
  2. Paspor
    (buat ditempelin visanya)
  3. Foto dengan background putih 35mmx45mm
    (dan sebenernya mereka ga butuh ini karena yang dipakai adalah foto pada saat biometric session disana, foto gw dibalikin barengan paspornya).
  4. Bukti pekerjaan,
    Nah untuk bagian ini, umumnya orang-orang kan minta keterangan karyawan ke perusahaan tempat mereka kerja, karena gw adalah seorang pedagang online, ini agak menegangkan buat gw karena takut dianggap gak jelas karena kan gw belum ada SIUP.
    Akhirnya gw buat surat pernyataan kalo gw adalah owner dari Bytwin by Ian dengan menyertakan screenshot instagram bytwin.ian beserta foto bukti gudang dan tempat kerja gw. Isinya juga menyatakan kalo gw pasti akan balik dan meneruskan pekerjaan gw disini dan gak akan cari-cari kerja disana dan juga gak ada niat menetap disana. Kalo bisa pake nominal gaji juga tapi gw kemarin ga nyertain karena mikirnya udah ada di form visanya.
  5. Itinerary
    (gak wajib, tapi waktu itu Lady bikin itinerary yang sederhana aja tentang rangkaian perjalanan kita disana)
  6. E-ticket beserta invoicenya.
    karena gw udah bayar jadi gw sertakan aja yang udah bayar pake Vietnam Airlines.
  7. Tanda bukti reservasi kamar di airbnb. (kebetulan gw main bayar aja padahal refundnya cuma 50% seandainya visa gw ditolak hahaha, jangan ditiru, karena kalo visa ditolak bisa bangkrut berkelanjutan). Lebih baik pilih yang bisa refund 100% aja 😚.
  8. Surat Referensi Bank dan rekening koran/fotokopi buku tabungan
    Nah kalo yang ini, gw sebenernya nabung selalu di Permata Bank yang syariah tapi namanya masih (nama ibu) qq (nama gw). Ini membuat surat referensi dari permata untuk visa yang dikasih bikin seakan itu rekening orang tua buat mensponsori gw berangkat. Padahal itu sebenarnya 100% milik gw. Hmmm. Ya salah gw juga sih masih aja nabung di rekeninh itu wkwkwkwk. Dari jaman SMA 2009 masih aja itu rekeningnya. Biaya yang dikeluarkan 50rb, langsung jadi 15 menit karena kepala cabang sedang ada. Sekaligus print rekening koran 3 bulan terakhir, karena dikit transaksi disitu jadi biayanya cuma 5rb (2.500 per lembar).
    Karena gw gak yakin dengan isi suratnya seakan menyatakan seluruhnya ditanggung Ibu, gw akhirnya bikin surat referensi dari Bank Mandiri juga yang memang pemiliknya atas nama gw. Dan gw minta cetak buku gak dari 3 bulan ke belakang kok karena gw menghemat itu pasti kalo ngeprint bakal berapa lembar karena rekening online shop -_-. Biaya buat surat di Mandiri adalah 50rb dan nunggu sehari.
    sempat mau bikin di BNI juga yang atas nama gw tapi gak jadi karena kata CSnya 250rb -_____-. Gw gajadi bikin karena kalo ditotal udah cukup meyakinkan pihak visa UK insyaAllah, hehehe.
    Sebenernya gaada nominal yang disyaratkan harus berapa oleh lembaga pengurusan visanya, tapi kalo mengurus melalui agen/travel mereka menyarankan 50juta, gak harus di 1 rekening, ditotal dari beberapa rekening juga bisa.
  9. Keterangan Sponsor dari Orang Tua
    Ya karena ceritanya ibu adalah sponsor parsial dari keberangkatan gw, jadilah gw membuat surat sponsor. Oh iya, gw juga menyertakan fotokopi NPWP ibu dan gw, beserta SIUP Toko Karima milik orang tua, biar lebih meyakinkan sumber pemasukannya hehe. Isinya kurang lebih menjelaskan kalau gw pasti balik dan gaada tujuan untuk menetap dan cari kerja disana.
  10. Fotokopi KK dan Akte Kelahiran (beserta translatednya)
    Gw minta contact tempat buat translate dan gw dapat dari kembaran gw yang pernah urus buat ke korea. Satu lembarnya 100rb, Diemail alhamdulillah sehari jadi. Dan yang dikumpulin ke VFSnya yang fotokopi aja kok. Lumayan kan dokumen translated cap basahnya buat kita lagi.
  11. Surat Nama Paspor Beda
    Karena nama asli gw hanya 1 kata dan di paspor yang tadinya mikir buat umroh biar ga repot jadi 3 kata (dan yang ada malah repot bgt), jadi gw bikin surat keterangan aja.
Setelah dokumen gw kumpulin satu per satu akhirnya buat appointment dan bayar pake kartu debit yang bisa dipakai untuk bayar verified by visa online. Karena gw belum urus kartu debit buat verified by visa mandiri, gw pun pake kartu debit permata.

Jangan lupa untuk semua dokumen agar sesuai dengan kemauan mereka, dicetak di kertas A4 semua ya. Waktu itu gw fotokopi SIUP toko orang tua ga bisa jadi A4 di fotokopian abang2, akhirnya fotokopi ulang biar di A4 pas di VFSnya.

Oh iya, visa Inggris ini ga ditangani oleh Kedubes Inggris di Indonesia pengurusannya, tapi diurus di VFS Global di Kuningan City dan nantinya dokumen kita diurus di British Embassy Filipina.

Karena waktu yang serba mepet dengan tiket, dan antrian membuat visa panjang, akhirnya kita bayar jalur prioritas biar hasil visa bisa jadi maksimal 5 hari kerja aja. Cuma percepatan proses ya, ga menjamin pasti jadi kalo bayar prioritas pun. Tapi kalo dokumen kita lengkap dan cukup membuktikan kalo kita ga akam cari kerja dan ada niat menetap disana, insyaAllah pasti lolos.

Walaupun gw juga selama waktu menunggu visa ga sabaran dan lebay mikirinnya. Sampe ga bisa tidur cyin nungguin sms dan emailnya 😂😂😂. Apalagi gw bikin di hari jumat dan seninnya tanggal merah.

Akhirnya jadi dalam waktu 4 hari kerja (dan gw kepo ternyata tanggal merah di Indonesia itu masih hari kerja di Manila nya). Antrian ambilnya pun panjang karena banyak yang visanya belum kelar-kelar padahal udah mepet berangkat. Alhamdulillah berarti keputusan yang amat tepat gw pake prioritas.

Sekitar 1.5jam gw nunggu setelah ngambil nomor antrian akhirnyaa paspor gw udah bisa diambil dan LOLOS!!! Yuhuuu.


London I'm coming!!!

Rabu, 19 April 2017

Ikhlas dan Mengikhlaskan

Ikhlas itu semata merelakan..
Percaya pada takdir bahwa Tuhan tidak akan mengingkari janjinya untuk orang-orang yang tidak putus asa..
Merelakan koin yang terjatuh di lubang parit jalanan..
Merelakan hati untuk menjadi kosong kembali ketika dia yang kau inginkan tak menginginkanmu..
Merelakan takdir bahwa kau tertular penyakit yang tak kau inginkan..
Merelakan bahwa tidak selalu yang kau inginkan akan tercapai..
Jika saat ini ikhlas dan pasrah itu belum kau temukan dalam hatimu, bersabarlah..
Perlahan Tuhan akan menunjukkan padamu, bahwa ada suatu hikmah atas ketidaksempurnaan skenario yang kau bangun..
Yang membuatmu malah bersyukur, bahwa kau ditimpakan sesuatu yang sebelumnya kau anggap musibah dan cobaan..
Kau pun malah lebih bahagia daripada yang sebelumnya kau bayangkan..
Jika bukan sekarang, mungkin nanti kau akan mendapatkan semua yang kau mau...
Jika kau sabar dan tawakkal :)
- sebuah renungan di krl yang sedang sepi

Senin, 17 April 2017

My Best Mommy

Well sebenernya agak menggelikan nulis ini, tapi gw pengen nulis aja. Hahaha

"Bu kayaknya ian udah memutuskan, kalo nanti tahun depan belum ketemu jodoh secara 'alami' ian mau taaruf-taaruf gitu aja deh.."
"Hehhh ngapain, kalo belum 25 tahun gausah pake taaruf-taaruf segala gitu"


You are the best, Mom... Feel really blessed to be your daughter 💙

Senin, 20 Februari 2017

business sharing from newbie

Setelah sekitar 6 bulan dari bulan Agustus 2016 saya mulai konsisten, fokus dan menekuni bisnis pakaian ini sebagai sumber penghasilan utama dan sebelumnya hanya sebagai sampingan ketika mahasiswa dan gagal pada tahun 2015 dan rugi sampai skeitar 3-4jutaan. Akhirnya alhamdulillah sekarang ada hasilnya dan bahkan saya tidak menyangka bisa sebesar ini. Walaupun saya pun masih sering kekanak-kanakan dengan malas-malasan dan tidur-tiduran saat pekerjaan menumpuk karena saya merasa jenuh.

Awal saya memulai bisnis ini, saya selalu berpikir untuk efisiensi biaya produksi maupun operasional bisnis. Saya selalu mencari kain yang harganya termasuk murah tapi tetap layak untuk digunakan. Lalu pada titik saya ingin memulai kembali, saya melihat ada kain yang sangat nyaman ketika dipegang dan tebal namun ringan untuk digunakan. Harganya lebih mahal sekitar 5-7ribu per meter dari kain yang biasa saya gunakan. Saya berpikir, ah selama ini saya sulit untuk mencari bahan baku, ya sudah saya gunakan kain ini saja yang warnanya relatif lengkap. Harga yang saya jual pun saya naikkan karena memang biaya produksinya naik.

Saya pun memulai kembali untuk beriklan di berbagai akun-akun publik di instagram. Akun online shop yang tadinya tidak aktif saya gencarkan kembali. Saya pun sering sekali membuang banyak biaya marketing yang hasilnya tidak begitu efektif di instagram. Tapi itu semua proses dari trial and error yang saya lalui sebelum saya menemukan tempat promosi yang pas. Sampai sekarang pun saya masih perlu banyak belajar terus.

Karena kain yang saya gunakan itu terhitung premium, dan tebal tidak terawang, banyak konsumen saya yang ketagihan membeli dan akhirnya banyak repeat order datang setelah saya marketing. Walaupun, dalam berbisnis online, sebanyak apapun followers yang kita punya, harus lah disegarkan dengan followers baru kembali. Sampai di satu titik saya kebanjiran order melalui dropshipper, saya dilanda kebuntuan dan kegalauan. Sebelumnya produksi saya ini hanya ditangani oleh penjahit vermak levis dekat rumah, bagaimana saya bisa menghasilkan banyak produk dengan harga yang terjangkau seperti saya menjahit pada vermak levis?

Memang bantuan Allah itu datang ketika saya sedang pusing-pusingnya dan merasa buntu. Saya pun mendapat kontak konveksi dan langsung saja saya datangi. Ternyata jumlah yang ingin saya jahit termasuk banyak dan mendapat harga yang saya inginkan. Setelah saya kebanjiran order lagi, saya pun sempat bingung bagaimana saya bisa membesarkan skala usaha saya dengan modal pas-pasan dan tak mungkin saya bisa menjahit stok sebanyak itu dengan uang yang saya pegang.

Akhirnya dengan sedikit nekat dan pede saya pinjam uang sebesar 5juta rupiah dari uang yang tak terpakai di rekening ibu saya, yang saya pun ketika itu masih belum punya rekening bank tersebut jadi masih pinjam rekening ibu untuk transferan pembeli. Alhamdulillah, Allah mudahkan, setelah baju-baju tersebut selesai dijahit dan siap dijual, uang yang saya pinjam itu langsung lunas kembali dengan tempo sekitar 1minggu-10 hari dari uang-uang transferan yang masuk ke rekening ibu saya lagi. Akhirnya saya pun membuat rekening bank tersebut dan tidak perlu pinjam rekening ibu lagi sih, hehehe.. Karena terlalu pusing mengurus pencatatannya.

Setelah itu pun stok saya makin lama makin banyak, menyesuaikan dengan permintaan. Sayangnya pencatatan saya buruk karena pendeknya waktu yang saya rasa jadi saya baru saja mencatat secara detil penghasilan dan pengeluaran yang saya punya sejak Desember 2016. Sebagai pebisnis, jangam lupa bahwa pencatatan adalah aspek yang sangat penting pada bisnis. Karena pengeluaran kecil seperti tip pada tukang parkir pun harus dicacat sebagai bagian dari pengeluaran. Jangan sampai hati dan pikiran kita merasa untung (misalnya) 20juta tapi ternyata saat dirinci kembali (misalnya) hanya 8juta rupiah.

Sebagai pedagang, saya pun sering kok merasa penjualan saya sepi dan saya pun evaluasi, apa yang salah dari saya? Bagaimana membuat iklan yang baik dan membuat orang tertarik membeli produk saya? Saya pernah hampir rugi bahkan hingga sekarang masih menjadi stok (hampir) mati pada barang yang langsung dijahit padahal ternyata kainnya susut. Alhamdulillah setiap hari sein-jumat pengiriman saya bisa menjual sekitar 15-40pcs baju/rok yang saya jual. Produk yang saya jual ada di kisaran 80-170ribu rupiah.

Saya masih merintis, masih banyak cita-cita saya yang belum tercapai, masih terjal yang saya harus lalui. Entah berapa banyak air mata yang saya keluarkan atas melankolisme yang saya rasakan dan perasaan sendirian yang harus saya atasi, semua itu terbayar dengan kepuasan konsumen dan paket-paket yang saya kirimkan setiap harinya karena usaha yang saya lakukan. Walau rasanya saya hanyalah remah gorengan dari banyaknya online shop lain yang jauh lebih hebat dan laris dari saya. Bismillah, mudahkan usahaku yaAllah.

Tentang pelajaran yang saya dapat lain akan saya share di post selanjutnya ya!
regards,
ian


Minggu, 19 Februari 2017

Welcome 23

Hari ini, genap usiaku bertambah menjadi 23 tahun.
Alhamdulillah yaAllah, atas rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan yang kau berikan hingga saat ini.
Rasanya ini semua lebih dari cukup dari apa yang aku harap.
Boleh kah aku meminta satu lagi yaAllah?
pertemukanlah aku dengan "dia" yaAllah,,,

hehehe.

Jumat, 10 Februari 2017

Seandainya

Seandainya aku diberi kesempatan berbicara, mungkin kau juga bisa ku sakiti.
Tapi aku memilih diam di hadapanmu,
Walau kata-katamu seperti belati yang merobek jantungku,
Aku tak bisa mengungkapkan kekesalan dan amarahku padamu,
Karena aku sadar, kau pun tak kan mengerti.
Aku memilih menangis dan meracau di belakangmu,
Aku sebenarnya ingin kau tau, bahwa hatiku sakit.
Aku memang terlihat cadas seperti batu,
Tapi kau tak sadar kan kalau aku juga punya perasaan? Hati ku sakit.
Jika kau tau, aku yakin kau malah makin menginjak-injak harga diri dan perasaanku lagi. Aku lelah.
Meski begitu, aku mencoba tetap menghormatimu,
Walau rasanya sulit, setiap rasa hormat itu mulai utuh, kau merusaknya dengan kata-kata tajam itu lagi.
Ah, sudahlah.
Aku akan berusaha tidak peduli lagi atas segala tentangmu.
Aku akan berusaha sekuat tenaga agar aku bisa pergi dan lepas darimu.
Tunggu saja ya.