Senin, 20 Februari 2017

business sharing from newbie

Setelah sekitar 6 bulan dari bulan Agustus 2016 saya mulai konsisten, fokus dan menekuni bisnis pakaian ini sebagai sumber penghasilan utama dan sebelumnya hanya sebagai sampingan ketika mahasiswa dan gagal pada tahun 2015 dan rugi sampai skeitar 3-4jutaan. Akhirnya alhamdulillah sekarang ada hasilnya dan bahkan saya tidak menyangka bisa sebesar ini. Walaupun saya pun masih sering kekanak-kanakan dengan malas-malasan dan tidur-tiduran saat pekerjaan menumpuk karena saya merasa jenuh.

Awal saya memulai bisnis ini, saya selalu berpikir untuk efisiensi biaya produksi maupun operasional bisnis. Saya selalu mencari kain yang harganya termasuk murah tapi tetap layak untuk digunakan. Lalu pada titik saya ingin memulai kembali, saya melihat ada kain yang sangat nyaman ketika dipegang dan tebal namun ringan untuk digunakan. Harganya lebih mahal sekitar 5-7ribu per meter dari kain yang biasa saya gunakan. Saya berpikir, ah selama ini saya sulit untuk mencari bahan baku, ya sudah saya gunakan kain ini saja yang warnanya relatif lengkap. Harga yang saya jual pun saya naikkan karena memang biaya produksinya naik.

Saya pun memulai kembali untuk beriklan di berbagai akun-akun publik di instagram. Akun online shop yang tadinya tidak aktif saya gencarkan kembali. Saya pun sering sekali membuang banyak biaya marketing yang hasilnya tidak begitu efektif di instagram. Tapi itu semua proses dari trial and error yang saya lalui sebelum saya menemukan tempat promosi yang pas. Sampai sekarang pun saya masih perlu banyak belajar terus.

Karena kain yang saya gunakan itu terhitung premium, dan tebal tidak terawang, banyak konsumen saya yang ketagihan membeli dan akhirnya banyak repeat order datang setelah saya marketing. Walaupun, dalam berbisnis online, sebanyak apapun followers yang kita punya, harus lah disegarkan dengan followers baru kembali. Sampai di satu titik saya kebanjiran order melalui dropshipper, saya dilanda kebuntuan dan kegalauan. Sebelumnya produksi saya ini hanya ditangani oleh penjahit vermak levis dekat rumah, bagaimana saya bisa menghasilkan banyak produk dengan harga yang terjangkau seperti saya menjahit pada vermak levis?

Memang bantuan Allah itu datang ketika saya sedang pusing-pusingnya dan merasa buntu. Saya pun mendapat kontak konveksi dan langsung saja saya datangi. Ternyata jumlah yang ingin saya jahit termasuk banyak dan mendapat harga yang saya inginkan. Setelah saya kebanjiran order lagi, saya pun sempat bingung bagaimana saya bisa membesarkan skala usaha saya dengan modal pas-pasan dan tak mungkin saya bisa menjahit stok sebanyak itu dengan uang yang saya pegang.

Akhirnya dengan sedikit nekat dan pede saya pinjam uang sebesar 5juta rupiah dari uang yang tak terpakai di rekening ibu saya, yang saya pun ketika itu masih belum punya rekening bank tersebut jadi masih pinjam rekening ibu untuk transferan pembeli. Alhamdulillah, Allah mudahkan, setelah baju-baju tersebut selesai dijahit dan siap dijual, uang yang saya pinjam itu langsung lunas kembali dengan tempo sekitar 1minggu-10 hari dari uang-uang transferan yang masuk ke rekening ibu saya lagi. Akhirnya saya pun membuat rekening bank tersebut dan tidak perlu pinjam rekening ibu lagi sih, hehehe.. Karena terlalu pusing mengurus pencatatannya.

Setelah itu pun stok saya makin lama makin banyak, menyesuaikan dengan permintaan. Sayangnya pencatatan saya buruk karena pendeknya waktu yang saya rasa jadi saya baru saja mencatat secara detil penghasilan dan pengeluaran yang saya punya sejak Desember 2016. Sebagai pebisnis, jangam lupa bahwa pencatatan adalah aspek yang sangat penting pada bisnis. Karena pengeluaran kecil seperti tip pada tukang parkir pun harus dicacat sebagai bagian dari pengeluaran. Jangan sampai hati dan pikiran kita merasa untung (misalnya) 20juta tapi ternyata saat dirinci kembali (misalnya) hanya 8juta rupiah.

Sebagai pedagang, saya pun sering kok merasa penjualan saya sepi dan saya pun evaluasi, apa yang salah dari saya? Bagaimana membuat iklan yang baik dan membuat orang tertarik membeli produk saya? Saya pernah hampir rugi bahkan hingga sekarang masih menjadi stok (hampir) mati pada barang yang langsung dijahit padahal ternyata kainnya susut. Alhamdulillah setiap hari sein-jumat pengiriman saya bisa menjual sekitar 15-40pcs baju/rok yang saya jual. Produk yang saya jual ada di kisaran 80-170ribu rupiah.

Saya masih merintis, masih banyak cita-cita saya yang belum tercapai, masih terjal yang saya harus lalui. Entah berapa banyak air mata yang saya keluarkan atas melankolisme yang saya rasakan dan perasaan sendirian yang harus saya atasi, semua itu terbayar dengan kepuasan konsumen dan paket-paket yang saya kirimkan setiap harinya karena usaha yang saya lakukan. Walau rasanya saya hanyalah remah gorengan dari banyaknya online shop lain yang jauh lebih hebat dan laris dari saya. Bismillah, mudahkan usahaku yaAllah.

Tentang pelajaran yang saya dapat lain akan saya share di post selanjutnya ya!
regards,
ian


Minggu, 19 Februari 2017

Welcome 23

Hari ini, genap usiaku bertambah menjadi 23 tahun.
Alhamdulillah yaAllah, atas rezeki, kesehatan, dan kebahagiaan yang kau berikan hingga saat ini.
Rasanya ini semua lebih dari cukup dari apa yang aku harap.
Boleh kah aku meminta satu lagi yaAllah?
pertemukanlah aku dengan "dia" yaAllah,,,

hehehe.

Jumat, 10 Februari 2017

Seandainya

Seandainya aku diberi kesempatan berbicara, mungkin kau juga bisa ku sakiti.
Tapi aku memilih diam di hadapanmu,
Walau kata-katamu seperti belati yang merobek jantungku,
Aku tak bisa mengungkapkan kekesalan dan amarahku padamu,
Karena aku sadar, kau pun tak kan mengerti.
Aku memilih menangis dan meracau di belakangmu,
Aku sebenarnya ingin kau tau, bahwa hatiku sakit.
Aku memang terlihat cadas seperti batu,
Tapi kau tak sadar kan kalau aku juga punya perasaan? Hati ku sakit.
Jika kau tau, aku yakin kau malah makin menginjak-injak harga diri dan perasaanku lagi. Aku lelah.
Meski begitu, aku mencoba tetap menghormatimu,
Walau rasanya sulit, setiap rasa hormat itu mulai utuh, kau merusaknya dengan kata-kata tajam itu lagi.
Ah, sudahlah.
Aku akan berusaha tidak peduli lagi atas segala tentangmu.
Aku akan berusaha sekuat tenaga agar aku bisa pergi dan lepas darimu.
Tunggu saja ya.