Jumat, 10 Februari 2017

Seandainya

Seandainya aku diberi kesempatan berbicara, mungkin kau juga bisa ku sakiti.
Tapi aku memilih diam di hadapanmu,
Walau kata-katamu seperti belati yang merobek jantungku,
Aku tak bisa mengungkapkan kekesalan dan amarahku padamu,
Karena aku sadar, kau pun tak kan mengerti.
Aku memilih menangis dan meracau di belakangmu,
Aku sebenarnya ingin kau tau, bahwa hatiku sakit.
Aku memang terlihat cadas seperti batu,
Tapi kau tak sadar kan kalau aku juga punya perasaan? Hati ku sakit.
Jika kau tau, aku yakin kau malah makin menginjak-injak harga diri dan perasaanku lagi. Aku lelah.
Meski begitu, aku mencoba tetap menghormatimu,
Walau rasanya sulit, setiap rasa hormat itu mulai utuh, kau merusaknya dengan kata-kata tajam itu lagi.
Ah, sudahlah.
Aku akan berusaha tidak peduli lagi atas segala tentangmu.
Aku akan berusaha sekuat tenaga agar aku bisa pergi dan lepas darimu.
Tunggu saja ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar