Selasa, 12 September 2017

hmmm (curhat)

Berhubung sekarang umur gw tidak semuda beberapa tahun lalu dan bukan lagi seseorang yang memikirkan target pada organisasi mahasiswa, skripsi, ataupun tugas kuliah, sebagai perempuan normal.. jujur gw mengakui bahwa sekitar 50-75% kegalauan yang gw rasakan adalah tentang jodoh. Setelah lulus kuliah rasanya galaunya belum sebesar ini, malah gw merasa ingin bisa settled dalam hal penghasilan, sudah S2 dsb.

Alhamdulillah... 1 tahun ke belakang ini Allah begitu baik, walaupun gw diberi kegagalan, ternyata gw diberikan nikmat rezeki yang sebelumnya tidak pernah gw sangka. Nah, inipun yang membuat gw merasa sudah cukup puas menghilangkan penasaran tentang apa yang disebut karir dan kerja keras ataupun kerja gila, mumpung masih single. Sekarang pun rasa galaunya berubah, gw rasa gw sudah cukup dalam memuaskan ego pribadi untuk merasakan kerja gila... dan beralih ke, "kapan ya kira-kira gw nikah? ada gak ya yang mau sama orang kayak gw ini?". Walaupun masih ada mimpi lain yang belum terwujud, tapi gw rasa saat ini sudah cukup sebagian ambisi itu terpenuhi.

Dulu, waktu gw masih lebih belia, sepertinya gw adalah orang yang lebih memaksakan kehendak pada takdir dan Tuhan.. tak terkecuali ketika menyukai seseorang. Tapi sekarang? sepertinya tidak. Semakin gw ngerasa kalo gw itu berharga, gw gak mau sembarangan dan pengen sama orang yang bisa menghargai dan menerima gw apa adanya aja (yang tentu sesuai dengan kriteria). Yang gw cari bukan dari segi materi ataupun harta berlimpah kok. Sama sekali bukan. Dan walaupun gw suka ke seseorang, gw gak mau lagi buat doa ke Allah spesifik dengan satu nama, biar Allah aja yang putusin siapa yang baik untuk gw, maupun gw baik untuk dia.

Seorang teman dan artikel so called nasihat cinta bilang, "yaudah kalo emang suka ya bilang aja kalo kita suka, siapa tau dia juga suka". Kok sebagai perempuan pemalu gw gak mau ya, gw gengsi :))). Toh kalopun ujungnya ga sama orang yang gw suka sekarang ya gak papa, selama gw bisa belajar menerima orang yang mau menerima gw. (ah gitulah pokoknya). Karena kadang gw berpikir kalo mencintai itu hanyalah ilusi dari sebab merasa bahwa kita dicintai. Terlebih gw hanyalah perempuan, bukan laki-laki yang lebih bebas memilih.

Lagi-lagi semakin dewasa gw harus belajar ikhlas... kalo gak semua yang gw mau bisa tercapai, dan itulah yang dinamakan takdir, dan ini hanya dunia yang sementara. :)