Dalam rangka
mengadakan studi banding mengenai perbankan syariah dan tabungan haji, kami
pengurus SES-C (Sharia Economics Student Club) periode kepengurusan 2013
sejumlah 40 orang berkunjung ke Malaysia pada tanggal 20-25 November 2013.
Berkenaan dengan tema The 2nd SEE 2013, tabungan haji dan perbankan
syariah, kami mengadakan kunjungan ke Bank Muamalat Malaysia Berhad (BMMB),
Bank Negara Malaysia (BNM), serta IIUM (International Islamic University
Malaysia). Sedangkan kunjungan ke Tabung Haji Malaysia yang semula direncanakan
gagal karena kesibukan pihak Tabung Haji, tetapi hal ini tidak mengurangi
esensi dari pelaksanaan The 2nd SEE 2013.
Sebelum kegiatan SEE ini, kami
telah mengadakan pembekalan kajian mengenai Tabung Haji serta pembekalan di
Bank Indonesia (BI). Kajian mengenai tabung haji telah dilaksanakan pada
tanggal 14 Mei 2013 di RK AGB 2.01 diisi oleh Bapak Hendri Tanjung, yang telah
berpengalaman mengenai urusan haji yang dilaksanakan di Indonesia. Sedangkan
kunjungan ke Bank Indonesia dilaksanakan pada Hari Selasa, 10 September 2013
dengan tema mengenai perbankan syariah di Indonesia.
Keberangkatan ke Malaysia dibagi
dengan 3 kloter, kloter pertama berangkat pada hari Rabu, 20 November 2013
dengan penerbangan pukul 06.30 WIB
dilanjutkan dengan kloter kedua pada pukul 07.30 WIB
, dan kloter ketiga melakukan penerbangan pada pukul 13.00 WIB
dari Bandara Soekarno Hatta ke Kuala Lumpur International Airport.
Kloter pertama menunggu kloter kedua di bandara,
berangkat bersama-sama menuju ke beberapa tempat
di Malaysia.
Pada malam harinya, kami mengunjungi Suria
KLCC Malaysia, dan kloter ketiga pun
menyusul dan bertemu di KLCC pada sore harinya.Setelah puas berfoto dan
berjalan-jalan, kami pun akhirnya menuju homestay
untuk beristirahat dan bersiap untuk melaksanakan kunjungan kembali pada
keesokan harinya ke beberapa tempat.
Pada hari kedua, kami mengunjungi
Bank Negara Malaysia dan mendapatkan materi tentang peran bank sentral terhadap
stabilitas moneter di Malaysia. Selain mendapatkan beberapa materi, kami pun
berkeliling ke Muzium Galeri dan Seni yang banyak berisi mengenai sejarah BNM tentang
bank islam serta kemajuannya. Setelah puas berkeliling dan berfoto, kami pun
mengunjungi Bank Muamalat Malaysia Berhad (BMMB).


Pada kunjungan yang dilaksanakan di BMMB, kami diberi penjelasan mengenai produk dan isu Syariah
dalam perbankan Islam, yang disampaikan oleh Bapak
Fadli dan Ibu
Nurul Ashiqi sebagai staf dari BMMB. Bank
Muamalat Malaysia Berhad berdiri pada tanggal 1 Oktober 1999. BMMB yang kami
kunjungi ini berbeda dengan Bank Muamalat Indonesia, yang juga memiliki cabang
di Malaysia.Materi yang ada pada kunjungan kali ini mencakup perkembangan
system perbankan dan keuangan Islam di Malaysia, pengawasan syariah di BMMB,
produk-produk perbankan Islam, serta isu-isu syariah dalam perbankan Islam.
Pada isu-isu syariah yang
berkembang terkait dengan perbankan Islam, salah satunya isu dalam Akad Bai Al Inah, akad ini boleh
digunakan asalkan dua akad yang terjadi dalam transaksinya jelas dan berbeda.
Namun dalam perkembangannya Baial-Inah sudah mulai ditinggalkan, dan proporsi akad ini
hanya sekitar 2%, dan lebih menganjurkan untuk menggunakan akad Tawaruq yang
melibatkan tiga pihak. Sedangkan di
Indonesia, akad Bai al-Inah dan Tawaruq tidak boleh digunakan menurut DSN MUI
(Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia).Pada hari ketiga, kami melakukan
beberapa kunjungan wisata menarik di Malaysia.

Pada hari keempat, kami mengadakan One Day Seminar ke International Islamic
University Malaysia (IIUM) dan disambut oleh ISEFID (Islamic Economic Forum For
Indonesian Development). Sesi pertama diawali dengan seminar yang berjudul Tabung Haji Experience: A Reflection For
Hajj Management in Indonesia yang disampaikan oleh Bapak Nurizal Ismail. Di
Malaysia, Tabung Haji
didirikan karena makin banyak yang membutuhkan sebuah lembaga yang dapat
mengelola dana haji, karena sebelumnya banyak yang masih menyimpan dana hajinya
secara tradisional. Tabung Haji Malaysia
telah berkembang sangat besar dan profitnya mencapai 38juta RM (sekitar 138,7 milyar rupiah).
Sesi kedua diisi oleh Shofiatu
Rahmah Sugisperwakilan dari
SES-C IPB, dalam sesi ini tema yang diangkat adalah Perkembangan Perbankan
Syariah di Indonesia. Selesai dari sesi kedua, kami mengelilingi kampus IIUM
yang ditemanioleh Dahlan sebagai ketua pelaksana dan Marhamah (ISEFID Malaysia).Setelahkelilingkampus, acara pun dilanjutkan dengan sesi ketiga. Sesi ketiga mengangkat tema profil IIUM, setelah itu
dilanjutkan diskusi roundtable
mengenai perkembangan tiap-tiap divisi pada ISEFID dan SES-C.

Pada
hari kelima rombongan The 2nd SEE 2013 melakukan wisata ke negara Singapura.
Setelah perjalanan ke beberapa tempat di Singapura selesai, kami pun kembali
melakukan perjalanan menuju homestay di Malaysia untuk bersiap-siap melakukan
perjalanan pulang ke Indonesia.
Pada
hari keenam rombongan bersiap untuk kembali ke tanah
air. Rombongan SEE kembali terbagi ke dalam tiga kloter, kloter 1
menggunakan penerbangan pukul 10.30 waktu Malaysia, sedangkan kloter 2
menggunakan penerbangan pukul 11.40 waktu Malaysia, dan kloter 3 menggunakan
penerbangan pukul 12.30 waktu Malaysia.